Buktikan Potensi "Hidden Gem", LLDikti I Gelar Perlombaan Mahasiswa Inklusi Rayakan Hari Kemerdekaan RI
Buktikan Potensi "Hidden Gem", LLDikti I Gelar Perlombaan Mahasiswa Inklusi Rayakan Hari Kemerdekaan RI.
Medan 9 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan -
Di tengah situasi bencana yang melumpuhkan akses dan memutus jaringan komunikasi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, seorang pria asal Berastagi, Rusman Pardamean Pandiangan, melakukan perjalanan yang nyaris mustahil bagi kebanyakan orang.
Dengan tekad yang tak tergoyahkan, ia nekat berjalan kaki lebih dari 117 kilometer dari KM 32 Tapanuli Utara menuju Sibolga, demi satu tujuan: menemui kedua orangtuanya yang hilang kontak sejak banjir bandang dan longsor melanda kawasan itu.
Tanpa alas kaki, Rusman menapaki jalanan licin yang dipenuhi lumpur, batu, serta material longsor. Di pundaknya, ia memikul karung berisi bahan makanan—bukan sekadar bekal, tapi simbol cinta dan harapan yang ia bawa untuk orang tuanya, meski ia sendiri tidak tahu apakah mereka masih selamat atau tidak.
"Belum ada kabar. Tapi saya tetap jalan. Ini mengirim untuk keluarga," ucapnya lirih kepada Kompas TV.
Rusman awalnya ditemani beberapa kerabat. Namun beratnya medan membuat mereka menyerah dan memilih bertahan di posko. Rusman tetap melanjutkan perjalanan seorang diri, dengan wajah letih namun sorot mata penuh keteguhan.
Sejak bencana terjadi dan komunikasi terputus total, Rusman tak pernah lagi mendengar suara kedua orangtuanya di Sibolga. Berkali-kali ia mencoba menghubungi, berkali-kali pula semuanya gagal. Ketidakpastian itu membuatnya tak mampu hanya berdiam diri. Ia memilih turun langsung menuju lokasi pusat bencana, tempat keluarga dan keponakannya tinggal.
"Di sana, orang tua, keluarga, keponakan, semua di Sibolga. Sampai kini tidak ada kabar sama sekali," ujarnya sambil berjalan tertatih, menembus jalur-jalur rusak yang bahkan kendaraan pun sulit melewatinya.
Bagi Rusman, rasa sakit di kaki dan jalan berlumpur tidak ada apa-apanya dibanding kecemasan seorang anak yang tak mengetahui nasib keluarganya.
"Semoga bisa segera bertemu", tuturnya pelan sebelum kembali bergerak, menyusuri rute yang hancur diterjang bencana.
Perjalanannya kini menjadi simbol keteguhan hati dan kasih seorang anak, sekaligus gambaran getirnya situasi yang tengah dihadapi warga di kawasan terdampak bencana Sumatra Utara.(ikhsan)
Buktikan Potensi "Hidden Gem", LLDikti I Gelar Perlombaan Mahasiswa Inklusi Rayakan Hari Kemerdekaan RI.
Medan 9 menit lalu
Sambut HUT Perak, Posmetro Medan Bikin Rakerda.
Sumut 25 menit lalu
Sopir taksi online di Medan berinisial JST (21) mencuri 11 alat musik gereja yang totalnya mencapai Rp61 juta.
Kriminal 7 jam lalu
Sinergi Polsek Bosar Maligas Dan Jahtanras Polres Simalungun Berbuah Manis Pencuri Ternak Lembu Yang Beraksi Dua Kali Berhasil Diringkus.
Peristiwa 8 jam lalu
LIPPSU Pemberitaan Ketua KORMI Sumut Dipanggil Polda Hoaks!
Sumut 8 jam lalu
260 Siswa di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Orang Tua Minta Program Dihentikan Sementara.
Peristiwa 8 jam lalu
Puan Maharani Berjanji tak Ada Lagi Joget di DPR RI.
Inter-Nasional 9 jam lalu
Perkuat Sistem Merit, Pemkab Karo Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat.
Berita 10 jam lalu
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Haul ke25 Allahuyarham Syekh H Mustafa BS Rokan.
Sumut 10 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Jajaran Kecamatan Medan Baru bersama Koramil 05 Medan Baru dan Polsek Medan Baru membagikan Bendera Merah Putih kepad
Medan 10 jam lalu