Sabtu, 07 Maret 2026

Gus Hilmi Tegur Bahlil: Kemuliaan Lailatul Qadar Tidak Pantas Dijadikan Bahan Candaan

Faliruddin Lubis - Sabtu, 07 Maret 2026 15:29 WIB
Gus Hilmi Tegur Bahlil: Kemuliaan Lailatul Qadar Tidak Pantas Dijadikan Bahan Candaan
IST
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat mebberikan keterangan di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026).

Namun, ia menyelipkan candaan khas politik ketika mengaitkannya dengan kondisi Partai Golkar.

"Ini insya Allah kalau orang yang selalu diberikan berkah, secercah harapan Lailatul Qadar sudah mulai turun. Tapi kalau bagi Partai Golkar, Lailatul Qadar itu kalau kursi tambah," tukasnya.

Baca Juga:

Selain berkelakar, Bahlil juga menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran tidak hanya sebatas mengenang turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, momen tersebut seharusnya menjadi ruang refleksi bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan dengan Al-Quran sekaligus menjadikannya pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan amanah kekuasaan.

Baca Juga:

Bahlil menekankan bahwa kader Golkar yang berada di posisi eksekutif maupun legislatif tidak semata-mata mengejar kekuasaan.

Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diperoleh merupakan amanah yang harus memberi manfaat bagi masyarakat.

"Jadi kalau kader Partai Golkar di eksekutif maupun legislatif, ini tidak hanya sekadar kekuasaan yang kita rebut, tapi kekuasaan amanah itu harus menjadi rahmatan lil 'alamin," ungkapnya.

"Karena setiap kekuasaan itu insya Allah akan menjadi instrumen pengabdian dan kita akan mempertanggungjawabkan nanti di Yaumul Mahsyar ketika kita kembali kepada Sang Khalik, akan ditanyakan seberapa besar manfaat dari apa yang telah engkau dapatkan ketika diberikan amanah untuk menjadi pemimpin di bangsa ini," sambung dia.

Dalam bagian lain pidatonya, Bahlil juga menyinggung pesan Al-Quran terkait keadilan ekonomi. Ia menyebut kitab suci tersebut telah menegaskan bahwa kekayaan tidak boleh hanya berputar di kalangan tertentu saja.

Menurutnya, distribusi ekonomi yang adil merupakan prinsip yang juga sejalan dengan konstitusi Indonesia.

Tags
beritaTerkait
Humas Jembatan Informasi Institusi Dengan Masyarakat
Kakanwil Kemenag Sumut : Ramadhan Madrasah Rohani dan Laboratorium Empati
Kakanwil Kemenagsu : Ramadan Momentum Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan
Imlek 2577 Kongzili, Menag: Semoga Tahun ini Membawa Kedamaian dan Kesejahteraan
PILKADA LEWAT DPRD Tema : Efesiensi Anggaran atau Efesiensi Lawan Politik?
Alihkan 3.531 ASN ke Kemenhaj, Kemenag Dukung Sukses Haji
komentar
beritaTerbaru