Nilai Tukar Rupiah Selasa 28 April 2026 Pagi Menjadi Rp17.223 per Dolar AS
Nilai tukar Rupiah pada Selasa 28 April 2026 kembali melemah 0,07 persen.
Bisnis 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Harga minyak dunia melonjak tajam dalam sepekan terakhir seiring memanasnya perang Iran yang mengganggu jalur pengiriman energi global di Selat Hormuz.
Harga minyak Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan mingguan terbesar setidaknya sejak 1985 pada Jumat (7/3/2026). Lonjakan ini terjadi karena konflik yang telah berlangsung hampir sepekan membuat Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi dunia, praktis tertutup bagi lalu lintas kapal.
Harga minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), melonjak lebih dari 38 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelum konflik pecah. Harganya sempat menembus 92 dollar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak Brent sebagai acuan harga global naik sekitar 30 persen hingga diperdagangkan di atas 94 dollar AS per barel. Kenaikan ini menjadi lonjakan mingguan terbesar Brent sejak April 2020. Kedua acuan minyak tersebut kini berada pada level harga yang terakhir terlihat pada April 2024 untuk Brent dan setidaknya sejak Oktober 2023 untuk WTI.
Kenaikan harga minyak ini dipicu salah satu gangguan pasokan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Para analis menilai harga minyak masih berpotensi naik lebih tinggi apabila konflik terus berlanjut.
"Tanpa adanya kesepakatan dan penghentian cepat aktivitas militer, pasar minyak mentah bisa mulai mengalami gangguan besar dalam hitungan hari, bukan minggu atau bulan," ujar analis strategi energi global Macquarie, Vikas Dwivedi, dikutip dari Yahoo Finance.
Pengiriman minyak terganggu Sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang dikirim melalui laut biasanya melewati Selat Hormuz. Namun, jalur tersebut kini praktis berhenti beroperasi.
Data Vortexa menunjukkan sekitar 16 juta barel minyak saat ini tertahan di kawasan Teluk Persia karena kapal tanker tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju pembeli.
Kondisi ini memaksa produsen minyak mengurangi produksi karena tidak tersedia jalur pengiriman. Irak pada Selasa lalu mengumumkan pemangkasan produksi sebesar 1,5 juta barel per hari.
Laporan Wall Street Journal juga menyebut Kuwait kemungkinan akan mengambil langkah serupa. Analis JPMorgan Chase memperkirakan jika Selat Hormuz tetap tidak dapat dilalui, pemangkasan produksi bisa meningkat menjadi 3,3 juta barel per hari pada hari ke-8 konflik, 3,8 juta barel per hari pada hari ke-15, dan 4,7 juta barel per hari pada hari ke-18.
Nilai tukar Rupiah pada Selasa 28 April 2026 kembali melemah 0,07 persen.
Bisnis 3 jam lalu
Harga Ayam Broiler di Labuhanbatu Turun jadi Rp30 ribu/Kg
Sumut 3 jam lalu
Ramalan cuaca di Sumut hari ini didominasi kondisi hujan ringan.
Sumut 3 jam lalu
Gandeng Influencer dan Pencipta Lagu &lsquoSiti Mawarni&rsquo, Kapolres Labuhanbatu Rilis Capaian Besar Kasus Narkoba.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan PT Bank Sumut bersama Pemerintah Kota Medan resmi meluncurkan Quick Response Electronic Splitting System for Tax Opti
Bisnis 3 jam lalu
Dugaan Limbah Dapur di Stabat Baru Cemari Lingkungan, Warga Desak DLH Langkat Bertindak Cepat.
Sumut 3 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Setelah berbulanbulan mengalami kelangkaan pupuk subsidi, persoalan tersebut akhirnya dibahas dalam Rapat Dengar Pend
Sumut 7 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi meluncurkan aplikasi Qresto (Quick Response Electronic Splitting Syste
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Nezar Djoeli melontarkan kritikan terkait carutmarut pelaksanaan program Makan Bergizi Gra
Sumut 12 jam lalu
Posmetro Medan, Belawan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan T Chairuniz
Sport 14 jam lalu