MAN 1 Mandailing Natal Raih Juara Umum Sumut Robotics Competition 2026
POSMETRO MEDAN, Panyabungan Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MAN 1 Mandailing Natal. Tim Robotik MAN 1 Mandailing Natal berha
Sumut 29 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Harga minyak dunia melonjak tajam dalam sepekan terakhir seiring memanasnya perang Iran yang mengganggu jalur pengiriman energi global di Selat Hormuz.
Harga minyak Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan mingguan terbesar setidaknya sejak 1985 pada Jumat (7/3/2026). Lonjakan ini terjadi karena konflik yang telah berlangsung hampir sepekan membuat Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi dunia, praktis tertutup bagi lalu lintas kapal.
Harga minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), melonjak lebih dari 38 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelum konflik pecah. Harganya sempat menembus 92 dollar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak Brent sebagai acuan harga global naik sekitar 30 persen hingga diperdagangkan di atas 94 dollar AS per barel. Kenaikan ini menjadi lonjakan mingguan terbesar Brent sejak April 2020. Kedua acuan minyak tersebut kini berada pada level harga yang terakhir terlihat pada April 2024 untuk Brent dan setidaknya sejak Oktober 2023 untuk WTI.
Kenaikan harga minyak ini dipicu salah satu gangguan pasokan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Para analis menilai harga minyak masih berpotensi naik lebih tinggi apabila konflik terus berlanjut.
"Tanpa adanya kesepakatan dan penghentian cepat aktivitas militer, pasar minyak mentah bisa mulai mengalami gangguan besar dalam hitungan hari, bukan minggu atau bulan," ujar analis strategi energi global Macquarie, Vikas Dwivedi, dikutip dari Yahoo Finance.
Pengiriman minyak terganggu Sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang dikirim melalui laut biasanya melewati Selat Hormuz. Namun, jalur tersebut kini praktis berhenti beroperasi.
Data Vortexa menunjukkan sekitar 16 juta barel minyak saat ini tertahan di kawasan Teluk Persia karena kapal tanker tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju pembeli.
Kondisi ini memaksa produsen minyak mengurangi produksi karena tidak tersedia jalur pengiriman. Irak pada Selasa lalu mengumumkan pemangkasan produksi sebesar 1,5 juta barel per hari.
Laporan Wall Street Journal juga menyebut Kuwait kemungkinan akan mengambil langkah serupa. Analis JPMorgan Chase memperkirakan jika Selat Hormuz tetap tidak dapat dilalui, pemangkasan produksi bisa meningkat menjadi 3,3 juta barel per hari pada hari ke-8 konflik, 3,8 juta barel per hari pada hari ke-15, dan 4,7 juta barel per hari pada hari ke-18.
POSMETRO MEDAN, Panyabungan Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MAN 1 Mandailing Natal. Tim Robotik MAN 1 Mandailing Natal berha
Sumut 29 menit lalu
Bahaya minum air lemon dua diantaranya erosi email gigi dan Anda bakalan dibikin bakalan sering buang air kecil alias kencing.
Lifestyle 38 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara bersama Subdit
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Bertempat di Aula Cipta Kerta Lantai III, melalui sambungan zoom (virtual), Kajati Sumut, Muhibuddin, SH MH, didampin
Medan 2 jam lalu
Iran akhirnya mengakui sudah ada kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Naskah damai diteken 19 Juni 2026.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Nadia Padovani mengatakan kualitas yang dimiliki Marc Marquez memang sangat luar biasa. Hal itu tidak terlepas kesungguhan pembalap tersebu
Sport 2 jam lalu
O2SN SMA/SMK 2026 resmi dibuka Plt Kacabdis Pendidikan Wilayah IX Rudyanto Sinaga.
Sport 2 jam lalu
Dengan kekayaan itu, Musk tinggal di sebuah rumah relatif kecil alihalih &039istana&039. Lalu, seperti apa ya tempat tinggal Musk?
Profil 2 jam lalu
JKN dianggarkan Rp38,06 miliar, menjadi komitmen nyata Bupati Taput JTP Hutabarat wujudkan masyarakat sehat
Sumut 3 jam lalu
Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., mengucapkan terima kasih terhadap PMI Kota Binjai yang sudah melibatkan diri
Sumut 3 jam lalu