Ali Aro Lawolo: Presiden Sudah Datang, Tak Juga Dibangun...
Ali bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah tetangga selama berbulanbulan.
Peristiwa 20 menit lalu
Kondisi tersebut menegaskan bahwa penegakan hukum dalam bidang ini jalan ditempat, dengan pengawasannya yang kehilangan daya kendali, tidak efektif, aparat seolah seadanya bekerja, terjebak dalam formalitas administratif namun sistem pencegahannya retak, penindakan terlihat seolah meningkat pada level bawah, tetapi kebocoran hulu–hilir dibiarkan berlangsung dan tidak menuntaskan akar permasalahan.
Namun, rapor penegakan hukum 2025 pun, tidak bisa dilepaskan dari persoalan laten yang terus membayangi, kuatnya pengaruh oligarki politik dan ekonomi dalam tata kelola negara.
Baca Juga:
Dalam banyak kasus strategis, mulai dari pangan, energi, hingga sumber daya alam hukum kerap tegas ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Relasi kuasa antara pemilik modal, elit politik, dan pengambil kebijakan menciptakan zona abu-abu penegakan hukum, di mana pelanggaran struktural sulit disentuh meski dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat.
Oligarki bukan sekadar soal individu, melainkan jaringan kepentingan yang melemahkan fungsi pengawasan organ negara, membelokkan kebijakan publik, dan menghambat penegakan hukum, serta memunculkan ruang kompromi yang merugikan masyarakat pada akhirnya menggerus rasa keadilan.
Baca Juga:
Selama persoalan ini tidak dihadapi secara jujur, penegakan hukum akan terus terlihat aktif, tetapi gagal menyentuh akar masalah.
Karena itu, membenahi penegakan hukum 2026 tidak mungkin dilakukan tanpa membongkar struktur oligarki yang mengintervensi proses hukum, kebijakan, dan pengawasan publik, negara harus berani menempatkan kualitas penegakan hukum, terutama terkait persoalan pangan, energi, dan lingkungan hidup sebagai kebijakan keamanan nasional.
Pemulihan tata kelola hukum tidak bisa parsial. Negara butuh orkestrasi cepat dan tepat antar lintas kementerian dan lembaga terutama bidang Pertanian, Kehutanan, Perdagangan, ESDM, KLHK, BPOM, Perpajakan, Bea Cukai serta seluruh pilar peradilan, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, dan Advokat. Semua harus bergerak dalam standar kinerja yang terukur dan terbuka, agar reformasi penegakan hukum benar-benar terasa di kehidupan masyarakat dengan indikator kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan secara publik.
Penegakan hukum hanya bermakna jika dirasakan masyarakat. Bukan sekadar statistik kasus atau jumlah OTT, melainkan jaminan bahwa hidup warga tidak terancam oleh pangan palsu, energi oplosan, dan bencana yang lahir dari tata kelola yang buruk.
Ali bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah tetangga selama berbulanbulan.
Peristiwa 20 menit lalu
POSMETRO MEDANSetelah viral dan memicu amarah warganet di Indonesia dan Malaysia, empat orang pelaku penganiayaan kepada TKW berinisial YY d
Kriminal 56 menit lalu
Jerman melumat Curacao 71, persis seperti ketika mereka menggilas Brasil di Piala Dunia 2014. Die Mannschaft kini jadi tim tertajam.
Sport satu jam lalu
Duel Belanda vs Jepang di babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2026 berakhir seri dengan skor 22, di Dallas Stadium, Senin (15/6) dini hari
Sport 2 jam lalu
Ramalan cuaca kota Medan Senin 15 Juni 2026 diguyur hujan sedang dan hujan ringan.
Medan 2 jam lalu
Teror Ganjal ATM di Medan Akhirnya Terkuak, Dua Pelaku Dibekuk Polrestabes Medan Setelah Diduga Beraksi di Puluhan Lokasi
Kriminal 2 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kapolsek Medan Kota AKP Feriawan, SH bersama jajarannya, mengelar kegiatan pengamanan kegiatan Pembukaan Pekan K
Medan 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Berastagi Komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan terus ditunjukkan jajaran Polsek Berastagi. Dalam patroli yang
Kriminal 13 jam lalu
Perayaan Parheheon Sekolah Minggu HKBP SeRessort Onan Hasang
Sumut 15 jam lalu
Bupati JTP Hutabarat Resmikan Ujian Sabuk Wadokai Diikuti 300 Karateka di Menara Pandang Salib Kasih.
Sport 15 jam lalu