Rabu, 17 Juni 2026

Ketua TP PKK Taput Tekankan Penguatan Data Dasawisma dan Sinergi Lintas Sektor untuk Percepat Pembangunan Desa

Faliruddin Lubis - Rabu, 10 Juni 2026 13:01 WIB
Ketua TP PKK Taput Tekankan Penguatan Data Dasawisma dan Sinergi Lintas Sektor untuk Percepat Pembangunan Desa
IST
Ketua TP PKK Taput, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, memberikan bimbingan dan arahan pada kegiatan Monitoring Desa Percontohan PKK Kecamatan Muara di Desa Sibandang, Kecamatan Muara, Selasa (9/6/2026).

POSMETRO MEDAN,Tapanuli Utara-Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, menegaskan pentingnya penguatan data Dasawisma sebagai fondasi utama dalam mendukung keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan bimbingan dan arahan pada kegiatan Monitoring Desa Percontohan PKK Kecamatan Muara yang berlangsung di Desa Sibandang, Kecamatan Muara, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, pimpinan perangkat daerah yang tergabung dalam tim monitoring, Camat Muara beserta jajaran TP PKK Kecamatan Muara, kepala desa, serta kader PKK dan Dasawisma Desa Sibandang.

Baca Juga:

Dalam arahannya, Ny. Neny Angelina menekankan bahwa data Dasawisma yang akurat dan terbarui merupakan kunci dalam merancang program yang tepat sasaran.

Menurutnya, data tersebut menjadi dasar penting dalam berbagai kebijakan, mulai dari penanganan stunting, pemetaan kondisi sanitasi rumah tangga, hingga identifikasi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Baca Juga:

"Data Dasawisma bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, kader harus terus memperbarui dan melengkapi administrasi secara tertib dan berkelanjutan," tegasnya.

Selain penguatan data, Ketua TP PKK Taput juga mendorong setiap kelompok kerja (Pokja) untuk semakin mempertajam program unggulannya. Pokja I diharapkan fokus pada pembinaan karakter keluarga, pola asuh anak dan remaja di era digital, serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Pokja II diarahkan untuk memperkuat program peningkatan pendapatan keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan pengembangan budaya literasi masyarakat.

Pokja III didorong mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah guna mendukung ketahanan pangan keluarga serta penyediaan pangan bergizi.

Sedangkan Pokja IV difokuskan pada percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan pelayanan kesehatan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta penguatan perencanaan keluarga sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Neny Angelina juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program-program PKK.

Menurutnya, keberhasilan gerakan PKK tidak dapat dicapai secara mandiri, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

"Perubahan yang nyata hanya dapat tercapai melalui kerja sama dan sinergi. TP PKK harus terus berkolaborasi dengan sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, ketahanan pangan, pekerjaan umum, sosial, dan berbagai pihak lainnya agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat," ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya penerapan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai bentuk integrasi layanan dasar kepada masyarakat.

Posyandu, menurutnya, tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah pelayanan pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga pelayanan sosial.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Taput turut mendorong pemerintah desa bersama TP PKK desa agar aktif mengusulkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui forum Musyawarah Desa (Musdes) maupun Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sehingga kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan desa.

Ny. Neny Angelina juga memberikan motivasi kepada seluruh kader PKK agar terus menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

"Perempuan harus kuat, berani mengambil peran, dan mampu menciptakan perubahan. Kader PKK adalah garda terdepan yang mampu menghadirkan solusi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat gotong royong dan kerja nyata, kita bisa mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera," pesannya.

Melalui kegiatan monitoring ini, TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara berharap seluruh kader PKK, Dasawisma, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan semakin memperkuat komitmen, koordinasi, serta inovasi dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat.

Monitoring desa percontohan diharapkan menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi untuk mempercepat terwujudnya desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing demi mendukung pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara.(HCS)

Tags
beritaTerkait
Plt Kacabdis Pendidikan Wilayah IX Rudyanto Sinaga Resmi Buka O2SN SMA/SMK Tahun 2026
Ketua TP PKK Taput Dukung Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Pengembangan Agens Hayati
Alamak! Caketum HIpmi Ditangkap Dugaan Penyalahgunaan Narkoba
DPC Pro-Gibran Tapanuli Utara Resmi Dikukuhkan
Gemuruh Proyek PLTP Sarulla Guncang Silangkitang-Sigurunggurung, Ratusan Warga Dilanda Panik dan Trauma Berulang
HMI Sibolga  Desak Semua SPPG Diperiksa
komentar
beritaTerbaru