Jumat, 19 Juni 2026
Masih Diselidiki, kata Polisi

Pasar Dwikora Siantar Dibakar?

Evi Tanjung - Kamis, 18 Juni 2026 21:13 WIB
Pasar Dwikora Siantar Dibakar?
Ist/ung
Kapolres Siantar Sah Udur Sitinjak meninjau lokasi kebakaran

Sejumlah pekerja di seputaran pasar, kepada POSMETRO MEDAN mengatakan, api muncul pertama kali diduga dari arah pajak pagi Lorong I. Tepatnya, dari kios-kios dekat kamar mandi bahagian tengah. Dari situ, api kemudian menjalar cepat lantaran kios-kios secara keseluruhan berbahan dari kayu yang mudah terbakar.

Kepala Pemadam Kebakaran Kota Siantar, Hery Oktrarizal, mengaku langsung menunjukkan 6 unit mobil pemadam kebakaran. Selisih hitung menit setelah mendapat laporan. "Kita langsung gerak cepat. Sebanyak 6 unit langsung ke lokasi sesaat menerima laporan kejadian kebakaran," kata Oktarizal. Namun setibanya di lokasi sambung Oktarizal, tim mengalami kendala menjangkau titik api. Sebab akses masuk ke lokasi sulit ditembus.

Salah seorang pengunjung pasar, Mince br Siboro, tak membantah jika lokasi kebakaran begitu padat saat kejadian. Dirinya yang setiap hari berbelanja di Pajak Pagi, harus berjalan sejauh 1 kilometer karena becak barang yang dibawanya tak bisa menembus kerumunan warga dan parkir kendaraan yang sembarangan.

"Wah, cepat kali rame. Jam segitu memang lagi rame-ramenya. Sampe pagi biasa itu memang. Apalagi ada kebakaran. Makin rame. Aku pun tak bisa bawa becakku ke dekat Lorong 1 itu," katanya.

Menurut warga sekitar, kejadian itu membuat seluruh akses dari dan menuju Pasar Dwikora, sulit ditembus. Baik itu dari Jalan SM Raja, Ade Irma, Jalan Persatuan mau pun Rajawali.

"Dari empat sisi itu tak bisa kita bawa kendaraan lagi. Terpaksa jalan kaki kita waktu kejadian tadi malam," papar Siregar, pedagang ikan. Menurut Siregar, Pajak Ikan Parluasan terbebas dari kobaran api setelah petugas pemadam berhasil menyelesaikan tugasnya. "Apinya gak sampe ke lapak pajak ikan bang. Di sana aja di arah pasar pagi yang jualan pecah belah, pakaian dan sayuran. Di arah lorong satu," ungkapnya.

Terpisah, Wali Kota Siantar Wesly Silalahi, lewat Kadis Kominfo Johanes Sihombing SSTP MSi, langsung menyikapi musibah tersebut dengan merumuskan hal-hal yang perlu dilakukan dalam tanggap darurat di tahap awal. "Tentu awal-awal ini kita rumuskan dulu mengenai tanggap daruratnya. Dan sudah dipersiapkan langkah lanjutannya bang. Nanti akan kita rumuskan bersama untuk langkah perbaikan dan lainnya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan," papar Johanes.

Sampai sore hari, sejumlah pemilik kios yang menjadi korban kebakaran, masih terlihat mengais puing-puing reruntuhan bangunan kios. Berharap bisa menemukan barang yang masih bisa diselamatkan. "Habis semua. Gak ada yang selamat," ujar boru Purba, pedagang kain. (ung)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru