Jumat, 19 Juni 2026
Masih Diselidiki, kata Polisi

Pasar Dwikora Siantar Dibakar?

Evi Tanjung - Kamis, 18 Juni 2026 21:13 WIB
Pasar Dwikora Siantar Dibakar?
Ist/ung
Kapolres Siantar Sah Udur Sitinjak meninjau lokasi kebakaran

POSMETRO MEDAN, Siantar -Kebakaran hebat melanda Pasar Dwikora Kota Siantar, Kamis dini hari (18/06/2026) sekira pukul 02.30 WIB.Tak ada korban jiwa.Namun setidaknya, 311 kios tak terselamatkan. Kabar di lokasi kejadian menyebutkan, pasar tradisional Jalan Patuannagari, itu sengaja dibakar. Pelaku sempat ditangkap oleh penjaga malam. Dikurung di kamar mandi pasar, namun berhasil kabur

Kapolres Siantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, didampingi Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga, terlihat turun langsung meninjau lokasi kejadian. Sesaat pagi api mulai padam total. Lewat Kanit Reskrim Polsek Siantar Utara, Ipda Rivaldo Rajagukguk, polisi menepis kabar miring yang beredar di tengah masyarakat. Bahwa; Pasar Dwikora yang lazim disebut Pajak Parluasan, itu memang sengaja dibakar.

"Untuk isu Pasar Dwikora dibakar OTK (Orang Tak Dikenal) itu, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi tidak ada yang mengetahui bahwa pasar tersebut sengaja dibakar," tegas Rivaldo, seraya memastikan pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi.

Dari situlah kemudian diketahui, tidak ada tanda-tanda atau bukti kuat yang mengarah ke sana.

Begitu pun sambung Rivaldo, pihak Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga tuntas.

Sementara itu pengelola Pajak Parluasan di bawah naunganPerusahan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) Kota Siantar, lewatDirektur OperasionalEvra Sasky Damanik, memastikan pemicu kebakaran belum dapat dipastikan. Dari hasil pendataan pihaknya, Evra hanya memaparkan setidaknya 311 kios ludes tak bisa diselamatkan.

Di deretan Kios 10 total kios yang terbakar mencapai 54 kios. Lalu di Kios 12 ada 51 kios, Kios 19 sebanyak 16 kios, Serta Kios 76/77 mencapai 36 kios. Seterusnya di Lost A 16 kios, Lost D 79 kios, Lost E 54 kios dan Lost K terdapat 5 kios.

"Jadi totalnya 311 kios yang terbakar. Kita masih memantau terus perkembangan dan sampai hari ini kita terus mendata," ungkap Evra.

Terkait kabar yang menyebutkan jika pasar sengaja dibakar oleh OTK, lalu OTK tersebut berhasil ditangkap petugas penjaga malam dan dikurung di dalam kamar mandi namun berhasil kabur, Evra tak membantah adanya kabar tersebut berseliweran.

Namun, belakangan Evra mengaku sudah mendapat informasi jika kabar tersebut tidak benar adanya. "Saya dengar ada rumor itu. Tapi polisi sudah menepisnya. Kita tentu lebih percaya hasil penyelidikan dari pihak Kepolisian," tegas Evra tapi tak memastikan dari mana pemicu api pertama kali hingga menyebar dan membakar hampir setengah lokasi Pajak Parluasan.

Sejumlah pekerja di seputaran pasar, kepada POSMETRO MEDAN mengatakan, api muncul pertama kali diduga dari arah pajak pagi Lorong I. Tepatnya, dari kios-kios dekat kamar mandi bahagian tengah. Dari situ, api kemudian menjalar cepat lantaran kios-kios secara keseluruhan berbahan dari kayu yang mudah terbakar.

Kepala Pemadam Kebakaran Kota Siantar, Hery Oktrarizal, mengaku langsung menunjukkan 6 unit mobil pemadam kebakaran. Selisih hitung menit setelah mendapat laporan. "Kita langsung gerak cepat. Sebanyak 6 unit langsung ke lokasi sesaat menerima laporan kejadian kebakaran," kata Oktarizal. Namun setibanya di lokasi sambung Oktarizal, tim mengalami kendala menjangkau titik api. Sebab akses masuk ke lokasi sulit ditembus.

Salah seorang pengunjung pasar, Mince br Siboro, tak membantah jika lokasi kebakaran begitu padat saat kejadian. Dirinya yang setiap hari berbelanja di Pajak Pagi, harus berjalan sejauh 1 kilometer karena becak barang yang dibawanya tak bisa menembus kerumunan warga dan parkir kendaraan yang sembarangan.

"Wah, cepat kali rame. Jam segitu memang lagi rame-ramenya. Sampe pagi biasa itu memang. Apalagi ada kebakaran. Makin rame. Aku pun tak bisa bawa becakku ke dekat Lorong 1 itu," katanya.

Menurut warga sekitar, kejadian itu membuat seluruh akses dari dan menuju Pasar Dwikora, sulit ditembus. Baik itu dari Jalan SM Raja, Ade Irma, Jalan Persatuan mau pun Rajawali.

"Dari empat sisi itu tak bisa kita bawa kendaraan lagi. Terpaksa jalan kaki kita waktu kejadian tadi malam," papar Siregar, pedagang ikan. Menurut Siregar, Pajak Ikan Parluasan terbebas dari kobaran api setelah petugas pemadam berhasil menyelesaikan tugasnya. "Apinya gak sampe ke lapak pajak ikan bang. Di sana aja di arah pasar pagi yang jualan pecah belah, pakaian dan sayuran. Di arah lorong satu," ungkapnya.

Terpisah, Wali Kota Siantar Wesly Silalahi, lewat Kadis Kominfo Johanes Sihombing SSTP MSi, langsung menyikapi musibah tersebut dengan merumuskan hal-hal yang perlu dilakukan dalam tanggap darurat di tahap awal. "Tentu awal-awal ini kita rumuskan dulu mengenai tanggap daruratnya. Dan sudah dipersiapkan langkah lanjutannya bang. Nanti akan kita rumuskan bersama untuk langkah perbaikan dan lainnya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan," papar Johanes.

Sampai sore hari, sejumlah pemilik kios yang menjadi korban kebakaran, masih terlihat mengais puing-puing reruntuhan bangunan kios. Berharap bisa menemukan barang yang masih bisa diselamatkan. "Habis semua. Gak ada yang selamat," ujar boru Purba, pedagang kain. (ung)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru