Polisi Tangkap Pelaku Percobaan Pembunuhan di Tapanuli Tengah
Pelaku percobaan pembunuhan di Tapanuli Tengah Ditangkap Polisi.
Sumut 24 menit lalu
POSMETRO MEDAN-Bones Sihombing (70) warga Desa Bukit Tinggi Kecamatan Pegagan Hilir mengeluhkan betapa buruknya infrastruktur di bawah kewenangan Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
"Tidak ada gunanya kami memenangkan politisi pada Pemilu lalu. Tetapi juga tidak menyesal. Sebab, menyesal tiada guna," ujar Sihombing, Jumat (19/6/2026) seperti terungkap dalam sebuah postingan anonim Facebook @Sidikalang Dairi yang terlihat POSMETRO MEDAN, Minggu 21 Juni 2026.
Baca Juga:
Dijelaskan, pada Pilkada 2024, mayoritas penduduk memenangkan Bobby Nasution menjadi Gubernur Sumut.
Bupati, Vickner Sinaga juga, kata dia, ikut menjadi pemenang.
Baca Juga:
Namun, katanya lagi, manfaat yang dirasakan masyarakat hingga saat ini nihil.
"Tidak ada manfaat bagi rakyat memilih Bobby jadi Gubernur dan Vickner jadi Bupati. Tetap saja jalan hancur," gerutu Bones Sihombing.
Pun anggota legislator dari tingkat kabupaten hingga pusat, tak terlihat punya konstribusi nyata.
"Masyarakat cuma jadi korban politik. Korban buaian angin sorga. Kalau saya menang, akan begini dan begitu. Setelah menang, seakan tak peduli. Faktanya, tiada pembangunan. Padahal, rakyat bayar pajak," ujar Bones Sihombing.
Dijelaskan, khusus ruas jalan provinsi, akses hancur mencapai 18 Kilometer. Sedangkan ruas jalan kabupaten dan desa hampir semua berantakan.
"Bila tamu atau sanak famili dari luar daerah berkunjung, pasti bersungut-sungut. Enggak disangka sedemikian lantak. Makanya, tidak ada mobil angkot masuk kecuali milik teman sekampung."
Dia merinci, sebagian permukaan jalan tinggal tanah dan lainnya berupa batu padas. Tetapi, namanya tetap jalan provinsi. Bentuknya juga beraneka hingga berlobang dan curam.
"Petani di daerah ini gigih. Lahan dikelola produktif. Sekarang lagi panen jagung. Nanti berganti kakao, cabe, durian dan lainnya," kata Bones Sihombing.
Dampak kerusakan jalan, harga jual hasil tani minimal lebih rendah Rp200 per kilo dibanding di jalan bagus. Berapa banyak kerugian diderita petani?
"Sepertinya, kami bakal apatis terhadap politisi. Pura-pura baik ketika ada maunya. Sudah 7 tahun jalan berantakan," tandas Bones Sihombing.
Anggota DPRD Sumut, Alfriansah Ujung mengaku kebutuhan masyarakat itu sudah disuarakan ke pemerintah.
"Sudah disetujui eksekutif. Namun dipangkas pemerintah pusat dengan dalih efisiensi," kata Alfri.
Khusus jalur itu, sebut legislator dari PDI Perjuangan, menjadi perhatiannya. "Akan terus disuarakan bersama anggota dewan Dapil."***
Pelaku percobaan pembunuhan di Tapanuli Tengah Ditangkap Polisi.
Sumut 24 menit lalu
Bea Cukai dan Bareskrim Ungkap Jaringan Narkotika MalaysiaIndonesia, Amankan 80 Kilogram Sabu dan 5.200 Butir Ekstasi.
Peristiwa 54 menit lalu
Pemerintah Pusat Telat Transfer DBH Rp70 Triliun, 79 Daerah Terancam Tak Mampu Bayar Gaji Pegawai.
Inter-Nasional satu jam lalu
Marissa Hutabarat jadi Hakim di Amerika
Profil 2 jam lalu
POSMETRO MEDANPolemik dugaan hilangnya dana nasabah senilai Rp2,58 miliar yang menyeret PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus menjadi sorota
Bisnis 4 jam lalu
Pemerintah Tak Janji Kembalikan Uang Pengusaha yang Sudah Bangun Dapur MBG.
Inter-Nasional 8 jam lalu
Rico Waas Dorong IPSM Medan Jadi Mitra Strategis Pemerintah dan Turun Tangani Persoalan Sosial Warga.
Medan 8 jam lalu
Mayat pria tanda identitas ditemukan tergeletak di pinggir jalan Blok 8, Dusun VIII, Desa Serdang, Kecamatan Beringin, Deli Serdang.
Peristiwa 8 jam lalu
Tabrakan di Asahan, RX King Adu Kuat dengan Truk Colt Diesel, Dua Orang Lukaluka.
Peristiwa 9 jam lalu
Sambut HUT Ke81 RI, Polsek Medan Kota Gelar Bakti Sosial, Bantu Dua Keluarga Ekonomi Kurang Mampu.
Medan 9 jam lalu