Selasa, 11 Agustus 2026

Inovasi ECO-Ulos Pemkab Taput: Ubah Limbah Pertanian Jadi Wastra Berkelanjutan dan Tingkatkan Ekonomi Penenun

Faliruddin Lubis - Selasa, 11 Agustus 2026 11:36 WIB
Inovasi ECO-Ulos Pemkab Taput: Ubah Limbah Pertanian Jadi Wastra Berkelanjutan dan Tingkatkan Ekonomi Penenun
IST
Ketua Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat,

POSMETRO MEDAN, Taput--‎Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam memajukan ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan dan kearifan lokal.

Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang bersinergi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Taput, Pemkab resmi membuka Program Sosialisasi dan Pelatihan Penenunan Ulos Berbasis Serat Limbah Pertanian (ECO-Ulos) di Gedung Dekranasda, Sopo Partungkoan Tarutung, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga:

‎Program terobosan ini memanfaatkan serat limbah pelepah pisang dan daun nanas untuk diolah menjadi benang tenun berkualitas tinggi. Sebanyak 50 penenun (partonun) perwakilan dari empat kecamatan—Tarutung, Sipoholon, Siatas Barita, dan Pahae Julu—diikutsertasikan dalam pelatihan yang menghadirkan Founder dan CEO PT Saree Jaya Indonesia (Saree Ulos), Juliana Sianturi, sebagai narasumber utama.

Baca Juga:

‎Ketua Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, menegaskan bahwa keberadaan lebih dari 6.000 penenun di Tapanuli Utara merupakan aset daerah yang sangat berharga. Inovasi ECO-Ulos hadir untuk memberi nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

‎"Ulos bagi masyarakat Batak bukan sekadar kain, melainkan identitas, warisan leluhur, dan sumber penghidupan. Melalui ECO-Ulos, kita membuktikan bahwa limbah pertanian dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Setiap untaian tenunan ibu-ibu sekalian adalah untaian doa dan semangat untuk masa depan anak-anak kita," ujar Ny. Neny Angelina saat memberikan sambutan.

‎Ia menambahkan, program ini dirancang untuk membangun ekosistem wastra yang terintegrasi, menghubungkan petani, penenun, pelaku UMKM, hingga desainer nasional.

Pemkab Taput dan Dekranasda juga menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk riset pewarnaan alam, serta mendapat dukungan dari Science Techno Park (STP) IPB University dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Langkah terukur ini disiapkan guna menyambut peluang pasar internasional dan kesiapan ekspor produk ramah lingkungan.

‎Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Tapanuli Utara, Augus Sinaga menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mengawal keberlanjutan program ini dari hilir ke hulu.

‎"Pemkab Taput siap mendampingi para penenun, mulai dari legalitas usaha, pelatihan berkelanjutan, hingga fasilitasi pemasaran, termasuk pemanfaatan fasilitas pemasaran digital yang ada di Dekranasda. Kami ingin para penenun tidak hanya memproduksi kain, tetapi juga naik kelas menjadi pengusaha tenun yang mandiri dan berdaya saing global," tegas Augus.

‎Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi Duta ECO-Ulos yang membawa semangat inovasi,8 menjaga kualitas produk, serta memperkuat posisi Tapanuli Utara sebagai pusat percontohan pengembangan wastra hijau berkelanjutan di Indonesia.

(PS)

Tags
beritaTerkait
Audiensi ke Kemendikdasmen dan Kemenag, Bupati Taput Laporkan Penanganan Sekolah Bencana dan Undang Menteri Buka Rakernas V MPK
Beban Bulanan Turun Drastis, Pemkab Taput Restrukturisasi Pinjaman PEN Jadi 15 Tahun‎
Pemkab Tapanuli Utara dan DPC Partai Demokrat Gelar Gotong Royong Tanam Pohon di Tarutung
Setahun Setelah Stroke, Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Dunia Wing Walk
Dari Sarulla untuk Indonesia: Wamen ESDM Tinjau Potensi Tulang Punggung Energi Sumatera
Ratusan Pelajar Serbu Baksos Kesehatan Gigi Gratis, PDGI dan Yayasan Pelita Kita Bersama Gaungkan Gerakan Cegah Stunting
komentar
beritaTerbaru