Minggu, 12 April 2026

WALHI Sumut: 7 Perusahaan Jadi Penyebab Utama Bencana Banjir dan Longsor di Tapanuli

Faliruddin Lubis - Sabtu, 29 November 2025 10:07 WIB
WALHI Sumut: 7 Perusahaan Jadi Penyebab Utama Bencana Banjir dan Longsor di Tapanuli
IST
Bencana ekologis berupa banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan Tapanuli sejak Selasa (25/11/2025).

Pembukaan hutan untuk Perkebunan Kayu Rakyat (PKR) yang ditanami eukaliptus menyebabkan hilangnya ratusan hingga ribuan hektare hutan di Kecamatan Sipirok dan wilayah sekitarnya.

4. Skema PHAT (Pemanfaatan Kayu Tumbuh Alami)

Baca Juga:

WALHI menilai praktik PHAT turut memicu banjir bandang. Sedikitnya 1.500 hektare kawasan koridor satwa di Dolok Sibualbuali–Hutan Lindung Batang Toru Blok Barat terdegradasi dalam tiga tahun terakhir.

Rianda menegaskan bahwa bencana yang terjadi bukan semata akibat hujan ekstrem. "Setiap banjir membawa kayu-kayu besar. Citra satelit menunjukkan banyak area hutan yang gundul. Ini bukti adanya intervensi manusia melalui kebijakan yang membuka ruang eksploitasi hutan," katanya.

Baca Juga:

Ia menilai kondisi tersebut sebagai bencana ekologis yang menunjukkan kegagalan negara mengendalikan aktivitas industri yang merusak lingkungan.

Berdasarkan dokumen AMDAL, perusahaan ini memproduksi sekitar 6 juta ton emas per tahun dan merencanakan peningkatan menjadi 7 juta ton melalui pembukaan 583 hektare area baru untuk fasilitas tailing, termasuk penebangan hampir 186 ribu pohon.

WALHI menemukan sekitar 120 hektare di antaranya telah dibuka.

Dokumen lingkungan perusahaan juga memuat sejumlah potensi dampak, seperti:

Perubahan pola aliran air

Peningkatan limpasan

Tags
beritaTerkait
Nenek Pencari Batu Tewas Tertimbun Tanah Longsor
Lima Titik Longsor Bisa Dilalui meski Satu Arah
Saat Kunjungan Komisi V DPR RI, Wakil Walikota Medan Minta Pertemuan Lintas Sektor Atasi Banjir Rob Belawan
Duka Dari Sembahe, Lima Tewas Terkena Longsor, Kapolrestabes Medan Prioritaskan Evakuasi Berikut Foto-fotonya
Brimob Sumut Terjang Longsor Sembahe Demi Selamatkan Nyawa
Longsor di Desa Sembahe, 5 Orang Meninggal Dunia
komentar
beritaTerbaru