BREAKING NEWS..!!! Kombes Pol. M. Rendra Salipu Resmi Nakhodai Satuan Brimob Polda Sumut
Kombes Pol. M. Rendra Salipu Resmi Nahkodai Satuan Brimob Polda Sumatera Utara
Medan 8 menit lalu
POSMETRO MEDAN– Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, melayangkan kritik keras terhadap langkah Tim Penyidik Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) yang menahan mantan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Belawan berinisial RVL beserta tiga mantan pejabat KSOP lainnya.
Soleman mempertanyakan secara gamblang dasar hukum, alat bukti, hingga keabsahan perhitungan kerugian negara yang digunakan jaksa dalam melakukan penahanan tersebut.
Sebagai informasi, RVL bersama tiga mantan Kepala KSOP Belawan periode Oktober 2023–Oktober 2024 dijebloskan ke sel tahanan atas dugaan korupsi pada sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) jasa kepelabuhanan dan kenavigasian di Pelabuhan Belawan tahun 2023–2024.
Baca Juga:
Pandangan menohok ini disampaikan Soleman usai menjenguk langsung RVL dan ketiga mantan pejabat KSOP tersebut di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, Selasa (26/5/2026).
Lebih lanjut, purnawirawan jenderal bintang dua ini membedah pokok perkara yang dituduhkan. Menurut Soleman, pihak kejaksaan keliru dalam memahami regulasi mengenai kewajiban kapal yang masuk ke daerah pemanduan di pelabuhan.
Baca Juga:
"Setelah saya lihat lebih lanjut, yang dituduhkan adalah korupsi, tapi yang dibicarakan itu kewajiban kapal yang masuk ke daerah pemanduan. Aturannya, setiap kapal masuk ke daerah pemanduan memang wajib menggunakan pandu. Tapi pertanyaannya, kapan mulai bayar?" ujar Soleman dengan nada tinggi kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa pembayaran jasa pemanduan baru berlaku jika petugas pandu sudah naik ke atas kapal.
"Dia sudah masuk itu, mulai bayar kapan? Mulai bayar kalau pandu itu naik. Kalau pandu naik, baru dia bayar. Kalau pandu tidak naik, ya tidak bayar. Itu satu. Lalu, kalaupun bayar, ke siapa bayarnya? Ya ke Pelindo," cetus Soleman.
Soleman menegaskan bahwa KSOP bukanlah pihak yang menerima pembayaran jasa pemanduan tersebut, melainkan PT Pelindo selaku operator pelabuhan. Oleh sebab itu, ia menilai kejaksaan salah alamat jika justru menyasar fungsi pengawasan yang dilakukan oleh KSOP.
"Bukan kepada KSOP. Lalu kalau tidak bayar, kenapa kok KSOP yang ditanya? Padahal pembayarannya harusnya kepada Pelindo yang menerima. Jadi kalau kapal-kapal ini setelah pandu naik lalu membayar, siapa yang menerima? Pelindo. Nah sekarang, kok tanya mereka (KSOP)? Wah, pengawasan mereka," tukasnya.
Kombes Pol. M. Rendra Salipu Resmi Nahkodai Satuan Brimob Polda Sumatera Utara
Medan 8 menit lalu
Imigrasi Terima Permohonan Pencekalan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto ke Luar Negeri.
Inter-Nasional 12 menit lalu
Rakor Bersama Mendagri, Bupati Taput Dukung Pengendalian Inflasi dan Program Strategis Nasional&lrm.
Sumut 20 menit lalu
POSMETRO MEDAN,MEDANKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengucurkan 14 Triliun untuk program Revitalisasi Satuan Pen
Medan 22 menit lalu
Pikap Bawa Rombongan Pengantin Kecelakaan di Jalur Pantura Indramayu, 13 Orang Tewas.
Peristiwa 37 menit lalu
POSMETRO MEDAN,DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution secara resmi menutup Jambore Daerah Sumut (Jamd
Peristiwa 45 menit lalu
POSMETRO MEDAN,DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, bermalam bersama ribuan peserta Jambore Daerah
Peristiwa 49 menit lalu
POSMETRO MEDAN,PADANG LAWAS Guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, Sat Reskrim Polres Padang Lawas (Palas) menggelar patroli
Peristiwa 57 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Tim khusus (Timsus) Dayok Mirah Polres Pematangsiantar melaksanakan patroli rutin diwilayah hukum Polres Pematangsiantar, pad
Peristiwa 60 menit lalu
Top Skor Piala Dunia 2026 Messi dan Mbappe Bersaing Ketat Raih Sepatu Emas.
Sport satu jam lalu