Rahasia TK Pembina Rantauprapat Ajarkan Kemandirian: Sulap Pekarangan Jadi Sekolah Ketahanan Pangan
MEDANRahasia TK Pembina Rantauprapat Ajarkan Kemandirian Sulap Pekarangan Jadi Sekolah Ketahanan Pangan.
Sumut 33 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Asahan– Kasus pembunuhan terhadap Ananda Isnaini Putri alias AIP (20) yang terjadi pada Minggu, 2 Februari 2026, di Jalan Batu Asah, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, kini berkembang ke arah persoalan baru.
Ramai di media sosial (medsos), tersangka pelaku yang merupakan suami korban, Muhammad Ali alias MA diduga bukan Warga Negara Indonesia (WNI), melainkan Warga Negara Asing (WNA).
Informasi yang beredar menyebutkan, MA disinyalir masuk dan menetap di Indonesia secara tidak prosedural.
Baca Juga:
Dugaan tersebut memicu desakan agar instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum dan imigrasi, mengusut tuntas status kewarganegaraan pelaku serta kemungkinan keterlibatan oknum aparat desa dalam pengurusan dokumen kependudukan.
Seorang perempuan berinisial MG, yang mengaku sebagai istri sah kedua MA, mengungkapkan bahwa suaminya bukan WNI. Ia menyebutkan, MA sebelumnya menikah dengan seorang perempuan asal Malaysia yang merupakan istri pertamanya dan dikaruniai tiga orang anak.
Baca Juga:
Sementara pernikahan MA dengan MG berlangsung pada tahun 2021 dan juga telah memiliki tiga anak.
"Setahu saya, suami saya bukan WNI. Saya hidup dalam ketakutan karena pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan ancaman. Saya sudah melapor, tapi tidak ada tindak lanjut," ujar MG kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
MG mengaku khawatir terhadap keselamatan dirinya dan anak-anaknya. Ia berharap kasus ini ditangani secara serius oleh aparat berwenang.
Dugaan tersebut turut diperkuat oleh seorang warga yang mengenal dekat MA, berinisial RK. Ia menyebutkan bahwa MA diduga pernah terjerat kasus pidana berat di Malaysia sebelum akhirnya masuk ke Indonesia sekitar tahun 2021.
Selain itu, RK juga mengungkapkan adanya dugaan praktik suap dalam pengurusan dokumen kependudukan MA, termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang diduga melibatkan oknum aparat desa.
"Diduga ada jaminan dari aparat desa. Untuk pengurusan KTP, disebut-sebut diminta biaya hingga jutaan rupiah," ungkap RK.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai status kewarganegaraan MA maupun dugaan keterlibatan aparat desa dalam kasus tersebut. Publik pun mendesak agar kasus ini diusut secara transparan dan menyeluruh.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ananda Isnaini Putri, warga Jalan Mangga, Kelurahan Tanjungbalai Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, ditemukan meninggal dunia di wilayah Kisaran, Kabupaten Asahan, Senin (2/2/2026). Kematian perempuan berusia 20 tahun tersebut akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh suaminya, MA (29).
Ayah kandung korban, Zainal, saat ditemui awak media di rumah duka, menyatakan bahwa kematian putrinya dinilai sangat mencurigakan. Ia menegaskan, Ananda Isnaini Putri terakhir kali dijemput oleh suaminya yang berinisial Ali dari kediaman orang tuanya di Jalan Mangga, Kota Tanjungbalai.
"Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, pihak Polres Asahan menelepon kami dan memberitahukan bahwa Ananda Isnaini Putri sudah meninggal dunia," ungkap Zainal.
Zainal menjelaskan, setelah menerima kabar tersebut, ia bersama keluarga langsung menuju lokasi. Setibanya di sana, keluarga mendapati kondisi jenazah korban dalam keadaan tidak wajar.
"Kami melihat ada sejumlah memar di tubuh anak kami, serta terdapat luka yang diduga akibat tusukan benda tajam di bagian lengannya. Karena itu, kami meminta kepada pihak Polres Asahan agar jasad anak kami dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," ujarnya.
Menindaklanjuti permintaan keluarga, jenazah Ananda Isnaini Putri kemudian dibawa ke **RS Bhayangkara Tebing Tinggi untuk menjalani autopsi. Usai proses tersebut, jenazah korban dipulangkan ke rumah duka di Jalan Mangga, Kelurahan Tanjungbalai Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, untuk disemayamkan.
Sementara itu, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H melalui Kasatreskrim AKP Immanuel P. Simamora, S.H., M.H membenarkan adanya peristiwa kematian tersebut.
"Kami membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," ujar AKP Immanuel.(BeritaMerdekaOnline/SuaraLira)
MEDANRahasia TK Pembina Rantauprapat Ajarkan Kemandirian Sulap Pekarangan Jadi Sekolah Ketahanan Pangan.
Sumut 33 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bersama PT.PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran Dan Pengaturan Beban Sumatera Utara me
Medan 35 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Batalyon Para Komando (Yonko) 463 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersa
Medan 44 menit lalu
Posmetro Medan, Binjai Pemerintah Kota Binjai secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Akhir Tahun
Sumut satu jam lalu
Posmetro Medan, Medan Walikota Medan Rico Waas buka sosialisasi Program Keluarga Harapan ( PKH) Medan Makmur dan Digitalisasi bantuan sosia
Medan satu jam lalu
Posmetro Medan, MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, siap mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat yang telah menetapkan sistem kerj
Medan 3 jam lalu
Menurut Rico Waas, saat ini Pemko Medan telah mempersiapkan pelaksanaan kebijakan tersebut di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Belawan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pelabuhan Belawan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)
Medan 3 jam lalu
Langkah berani ini pun menuai apresiasi luas, khususnya bagi jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Ruang Terbuka Hi
Medan 3 jam lalu
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap pergerakan para tersangka hingga akhirnya berhasil m
Kriminal 4 jam lalu