Selasa, 24 Februari 2026
Atraksi Adu Layangan Jadi Strategi Dagang Unik di Kebun Bunga

Pak Amin Pedagang dan Jawara Adu Layangan

Administrator - Rabu, 08 Oktober 2025 07:14 WIB
Pak Amin Pedagang dan Jawara Adu Layangan
Bagas
Pak Amin, pedagang layangan di Kebun Bunga.

POSMETRO MEDAN,Medan – Sore hari di Taman Kebun Bunga, Medan, selalu menghadirkan pemandangan yang menarik. Di antara para pengunjung yang berolahraga dan bersantai, langit di atas taman berubah menjadi arena pertempuran layangan.

Puluhan layangan berwarna-warni menari di udara, saling berkejaran, bersilang, dan beradu benang, menciptakan suasana meriah yang menghibur siapa pun yang melintas.

Namun, di tengah keramaian itu, ada satu sosok yang selalu menjadi pusat perhatian: seorang pria paruh baya yang akrab disapa Pak Amin.

Baca Juga:

Dengan gerakan tangan yang lincah dan tatapan penuh konsentrasi, ia mengendalikan layangannya dengan keahlian yang nyaris sempurna.

Tarikan dan uluran benangnya begitu halus, membuat layangan-lawannya satu per satu tumbang di udara. Setiap kali benang lawan terputus, sorak-sorai pun terdengar dari para penonton yang kagum dengan aksinya.

Baca Juga:

Bagi warga sekitar, kemenangan Pak Amin bukanlah hal baru. Ia dikenal sebagai "jawara layangan" Kebun Bunga—selalu siap menantang siapa pun yang ingin mengadu kemampuan.

Namun di balik kelihaiannya itu, tersimpan kisah unik tentang bagaimana ia memadukan hobi dan pekerjaan dalam satu tarikan benang.

"Main layangan ini sambil hiburan, tapi sekalian jualan juga," ujarnya sambil tersenyum, tanpa melepas pandangannya dari langit. Dari becaknya yang terparkir di pinggir lapangan, Pak Amin menjajakan berbagai jenis layangan dan benang.

Ia memanfaatkan setiap momen kemenangan untuk menawarkan dagangannya. "Yang putus, beli sini aja. Tiga ribu aja satu," katanya ringan kepada para pemain lain yang baru saja kalah.

Strategi berdagangnya sederhana, namun efektif. Keterampilannya di udara membuat banyak orang percaya pada kualitas layangan yang ia jual.

Tak sedikit anak-anak maupun orang dewasa yang akhirnya membeli layangan dari tangannya, tertarik oleh aksi dan reputasinya sebagai pemain ulung.

Di dalam becaknya, tertata rapi berbagai layangan warna-warni—merah, biru, kuning—dan gulungan benang yang siap dijual. Bagi Pak Amin, setiap sore bukan sekadar waktu untuk berjualan, melainkan juga ajang menampilkan seni dan ketangkasan. Ia bukan hanya pedagang, tapi juga performer yang memanfaatkan langit sebagai panggung.

Kini, setiap sore di Kebun Bunga, tak hanya ramai oleh tawa dan langkah kaki para pengunjung. Di atasnya, layangan Pak Amin terus menari, menjadi simbol dari kreativitas dan semangat warga kota—bahwa rezeki bisa datang dari mana saja, bahkan dari benang yang menari di langit sore Medan.(Bagas)

Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Safari Ramadhan, Rico Waas Resmikan Masjid Al-Munawwarah
Warga Mangkubumi Minta Rommy Van Boy Desak Kapolrestabes Medan Berantas Narkoba
Begal Sadis Ancam Pedagang Sayur dengan Sajam, Si Botak Diringkus
Zakiyuddin Ajak Ikatan Pelajar Al Washliyah Medan Ikut Perangi Narkoba dan Judi
Apel Rutin Dinas SDABMBK Kota Medan, Tekankan Disiplin Kerja Dan Persiapan Ramadhan Fair
BMKG: Cuaca Kota Medan, Senin 23 Februari Diselimuti Awan
komentar
beritaTerbaru