Sabtu, 16 Mei 2026

2 Mahasiswa Muhammadiyah Luka Parah, Matanya Kena Panah

Administrator - Minggu, 02 November 2025 11:54 WIB
2 Mahasiswa Muhammadiyah Luka Parah, Matanya Kena Panah
Fajar
2 Mahasiswa Luka Parah, Matanya Kena Panah.

POSMETRO MEDAN,, Makassar -- Kasubdit Humas dan Protokoler Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Hadi Saputra, menyebut, pihak kampus sangat menyesalkan adanya penyerangan oleh kelompok Orang Tak Dikenal (OTK).

Dikatakan Hadi, penyerangan yang melukai dua mahasiswa Unismuh itu diduga terencana.

"Pihak keamanan Kampus telah berupaya membangun sistem yang bisa melakukan deteksi dini terhadap potensi gesekan dalam kampus," ujar Hadi kepada wartawan, Minggu (2/11/2025).

Baca Juga:

"Namun OTK yang melakukan penyerangan diduga secara terencana melakukan penyerangan dengan senyap," tambahnya.

Hadi menegaskan, pihak kampus akan mendampingi dan menanggung seluruh biaya pengobatan mahasiswa yang menjadi korban.

Baca Juga:

"Kami juga memberikan dukungan moril dan psikologis agar mereka dapat kembali beraktivitas akademik dengan baik," imbuhnya.

Selain itu, kata Hadi, ia juga mendorong pihak kepolisian untuk memastikan kasus ini diusut sesuai hukum yang berlaku.

"Unismuh berharap tindakan teror di lingkungan kampus disikapi secara serius," tegasnya.

Pimpinan Unismuh, lanjut Hadi, berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan kenyamanan lingkungan belajar bagi segenap sivitas akademika.

Hadi bilang, Unismuh juga akan melakukan penelusuran fakta terhadap insiden tersebut, termasuk menelusuri motif penyerangan.

Halaman:
Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Mahasiswa ITBI Protes Dana KIP Diduga Dipotong Rp200 Ribu oleh Kampus
Pelantikan KA KAMMI Sumut Ricuh, Polisi Tangkap Sejumlah Orang
Perluas Sinergi Kampus–Industri, Disnaker Medan Fasilitasi PT Tradepro Latih Mahasiswa FISIP USU
UINSU Jajaki Kerjasama dengan Hotel Santika Premiere Dyandra
Unimed Jaring Delegasi Terbaik untuk ON MIPA-PT 2026
Aktivis Mahasiswa Asahan Kutuk Aksi Penyerangan Terhadap Aktivis Andrie Yunus
komentar
beritaTerbaru