Remaja 15 Tahun Ditangkap! Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan Ganja dari Panyabungan ke Jakarta
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja dari Penyabungan ke Jakarta.
Peristiwa 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan- Di tengah pesatnya perkembangan industri halal dunia, tidak banyak yang mengetahui bahwa salah satu sosok paling berpengaruh dalam bidang tersebut berasal dari Kota Medan, Sumatera Utara.
Namanya Profesor Irwandi Jaswir, seorang ilmuwan yang berhasil membawa inovasi teknologi halal hingga diakui dunia internasional.
Lewat kecerdasannya, Irwandi Jaswir menciptakan teknologi pelacak DNA babi dan kandungan alkohol pada makanan serta kosmetik dengan tingkat akurasi tinggi.
Baca Juga:
Penemuan itu menjadi terobosan penting dalam memastikan kehalalan produk yang dikonsumsi masyarakat muslim di berbagai negara.
Tak berhenti di situ, ilmuwan asal Sumatera tersebut juga sukses mengembangkan formula pengganti gelatin babi menggunakan bahan dasar ikan dan unta yang dipastikan halal.
Baca Juga:
Inovasi tersebut membuka jalan baru bagi industri pangan, farmasi, dan kosmetik halal global yang selama ini bergantung pada bahan gelatin konvensional.
Di balik pencapaian besar itu, tersimpan kisah yang cukup menyentuh. Irwandi sejatinya pernah memiliki mimpi besar membangun pusat riset halal modern di Indonesia.
Dengan bekal ilmu pengetahuan dan keinginan kuat untuk berkontribusi bagi tanah kelahirannya, ia berharap Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan teknologi halal dunia.
Namun harapan tersebut tidak berjalan mulus. Lambatnya birokrasi, minimnya dukungan penelitian, serta keterbatasan fasilitas laboratorium membuat impian itu sulit terwujud.
Kondisi tersebut membuat langkahnya di tanah air terhambat, meski gagasan yang dibawanya memiliki potensi besar untuk kemajuan bangsa.
Ketika peluang di Indonesia belum berpihak, negara tetangga justru melihat potensi besar dalam dirinya. Malaysia kemudian memberikan ruang luas bagi Irwandi Jaswir untuk berkembang.
Ia disambut dengan fasilitas laboratorium modern, dukungan dana penelitian yang memadai, hingga kesempatan membangun riset halal bertaraf internasional.
Universitas Islam Antarabangsa Malaysia pun mempercayainya sebagai guru besar tetap. Dari sana, karier dan penelitiannya berkembang pesat hingga menjangkau berbagai negara.
Puncak pengakuan dunia terhadap dedikasinya terjadi pada tahun 2018. Profesor Irwandi Jaswir menerima penghargaan bergengsi King Faisal International Prize, sebuah penghargaan internasional yang kerap disebut sebagai "Hadiah Nobel dunia Islam".
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Raja Arab Saudi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi halal.
Kini, berbagai teknologi dan temuannya telah digunakan oleh banyak pabrik, laboratorium, hingga lembaga kesehatan di berbagai penjuru dunia. Penemuan yang lahir dari tangan putra Medan itu menjadi bagian penting dalam menjaga standar halal global.
Kisah Profesor Irwandi Jaswir bukan hanya tentang keberhasilan seorang ilmuwan. Cerita tersebut juga menjadi pengingat bahwa talenta besar membutuhkan dukungan nyata untuk berkembang.
Di saat negara lain mampu melihat dan memfasilitasi potensinya, Indonesia justru pernah kehilangan kesempatan menjadikan putra terbaiknya sebagai motor pengembangan riset halal nasional.
Di balik kebanggaan atas prestasinya di panggung dunia, terselip pertanyaan yang masih terasa relevan hingga kini: sudahkah negeri ini benar-benar siap menghargai ilmuwan hebat karya anak bangsa sendiri?(RakonTV/FB)
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja dari Penyabungan ke Jakarta.
Peristiwa 3 jam lalu
Wali Kota Tanjungbalai Launching Penerapan ASN BerAKHLAK, ASN Pemko Tanjungbalai Harus Memiliki Semangat "Bangga Melayani Bangsa".
Sumut 4 jam lalu
Pasha Ungu Desak Polri Bertindak Promo Miras Pakai Ayat AlQuran.
Inter-Nasional 4 jam lalu
Sat Binmas Polres Pematangsiantar Aksi Sosial ke Panti Sosial dan Warga Kurang Mampu.
Sumut 5 jam lalu
Danramil dan Forkopimcam Siantar Marihat Tanam Pohon di Pinggir Sungai, Dorong Kepedulian Lingkungan.
Global 5 jam lalu
Pulang Berjualan Tak Kunjung Tiba, Penjual Tahu 73 Tahun Ditemukan Meninggal Bersandar di Motor
Peristiwa 6 jam lalu
Bupati Humbang Hasundutan Beri Semangat, Paskibraka Kabupaten Diminta Jaga Kesehatan
Sumut 6 jam lalu
Peduli Kesehatan, DWP Samosir Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Pap Smear
Sumut 7 jam lalu
Polsek Siantar Selatan turun mendampingi Petani Binaan Jual Jagung ke Bulog Cabang Pematangsiantar.
Bisnis 8 jam lalu
2 Korban Penyerangan Bersenjata di tanjung morawa Dirawat, polisi buru pelaku.
Peristiwa 8 jam lalu