Sat Narkoba Polres Binjai Garuk 3 Pelaku Narkoba Binjai dan Deliserdang
Sat Narkoba Binjai Sikat 3 Pelaku Narkoba Salah Satunya Dari Binjai Barat
Sumut 12 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan– Riuh kabar mengenai dana sebesar Rp3,1 triliun milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang disebut-sebut "mengendap" di salah satu bank memantik reaksi dari tokoh muda Sumut, Jonson Sihaloho, yang juga merupakan anggota Partai PPP Sumut.
Saat dihubungi wartawan Posmetro Medan dari Medan, Jonson menegaskan bahwa pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa perlu dijelaskan secara gamblang agar tidak menimbulkan tafsir liar di tengah publik.
"Pernyataan itu datang dari seorang pejabat tinggi negara. Maka wajar publik bertanya: uang itu disimpan di mana, dalam bentuk apa, dan untuk keperluan apa," ujar Jonson dengan nada tenang namun tegas.
Baca Juga:
Menurutnya, klarifikasi bukan semata untuk membela nama baik pemerintah provinsi, melainkan juga demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara.
Ia mempertanyakan apakah dana triliunan rupiah tersebut merupakan deposito yang sengaja diendapkan, atau justru bagian dari anggaran APBD Sumut yang belum terserap oleh kegiatan pemerintahan.
Baca Juga:
"Kalau ini tidak dijelaskan, publik bisa saja berasumsi bahwa ada penyimpangan," tambahnya.
Jonson menilai bahwa transparansi antar lembaga adalah kunci. Baik Kementerian Keuangan, pihak perbankan, maupun Pemprov Sumut, kata dia, semestinya memiliki keberanian moral untuk membuka data kepada masyarakat.
"Kita tidak tahu, bisa jadi uang itu tidak ada, atau jumlahnya tidak sebesar yang disebut. Karena itu, pejabat publik harus punya tanggung jawab etik untuk meluruskan informasi. Jangan biarkan isu ini membusuk menjadi fitnah," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dalam situasi penuh spekulasi seperti ini, pemerintah pusat seharusnya mengambil peran sebagai penuntun informasi, bukan sumber kebingungan.
Jonson berharap Menkeu Purbaya segera menyampaikan penjelasan resmi dan rinci agar kepercayaan masyarakat Sumatera Utara tidak tergerus oleh kabar yang simpang siur.
"Pemerintah pusat harus membantu menjaga wibawa daerah. Jangan biarkan opini liar memudarkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah," tandasnya.
Jonson juga menambahkan bahwa setiap pejabat publik "memikul tanggung jawab moral untuk menjaga kejernihan di tengah keruhnya tafsir," tegasnya.
Sekadar diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara tercatat memiliki dana sebesar Rp3,1 triliun yang mengendap di perbankan. Angka tersebut merupakan bagian dari total Rp234 triliun milik pemerintah daerah (Pemda) di seluruh Indonesia yang belum terserap akibat lambatnya realisasi belanja daerah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa keterlambatan eksekusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat dana daerah menganggur sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat."Ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi. Rendahnya serapan berakibat menambah simpanan uang Pemda yang menganggur hingga mencapai Rp234 triliun," ujar Purbaya dalam rapat pengendalian inflasi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (20/10).
Purbaya meminta seluruh pemerintah daerah mempercepat realisasi belanja produktif dan tidak menahan anggaran hingga akhir tahun. Menurutnya, lambatnya belanja berpotensi menghambat pembangunan dan memperlambat perputaran ekonomi di daerah.
Hingga September 2025, realisasi belanja APBD secara nasional baru mencapai Rp712,8 triliun atau 51,3 persen dari total pagu Rp1.389 triliun. Angka ini turun 13,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja modal menjadi yang paling rendah, hanya mencapai Rp58,2 triliun atau turun lebih dari 31 persen.
"Uang daerah jangan dibiarkan mengendap di kas atau deposito. Percepat realisasi belanja, terutama yang produktif," tegasnya.
Lebih lanjut, Purbaya juga meminta agar sisa anggaran (Silpa) disimpan di Bank Pembangunan Daerah (BPD), bukan di bank pemerintah pusat, guna mendukung likuiditas dan perputaran ekonomi di tingkat daerah.
Dalam laporannya, Purbaya turut membeberkan daftar 15 pemerintah daerah dengan simpanan tertinggi, di antaranya DKI Jakarta (Rp14,6 triliun), Jawa Timur (Rp6,8 triliun), Kota Banjarbaru (Rp5,1 triliun), Kalimantan Utara (Rp4,7 triliun), Jawa Barat (Rp4,1 triliun), Bojonegoro (Rp3,6 triliun), Kutai Barat (Rp3,2 triliun), dan Sumatera Utara (Rp3,1 triliun).
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah pusat tengah menyiapkan skema baru agar transfer dana ke daerah dilakukan lebih awal di tahun anggaran berikutnya. Langkah ini diharapkan dapat mencegah penumpukan dana di akhir tahun dan mempercepat penyerapan anggaran. (erni)
Sat Narkoba Binjai Sikat 3 Pelaku Narkoba Salah Satunya Dari Binjai Barat
Sumut 12 menit lalu
Brigjen TNI Polsan Situmorang, Putra Samosir yang berkarier cemerlang di TNI Angkatan Darat.
Profil 13 menit lalu
Komisi VI DPR RI Tinjau Huntara Aceh Tamiang dan Jalan Tol Binjai&ndashLangsa, Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana.
Inter-Nasional 21 menit lalu
Pengedar Sabu di Rantauprapat Ditangkap Satresnarkoba Polres Labuhanbatu.
Peristiwa 28 menit lalu
Polres Tapanuli Utara bersama Kejaksaan dan tim dari Polda Sumut memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan sejumlah perkara.
Berita 43 menit lalu
Viral Rumah ASN di Tanjungbalai Digeruduk Warga karena Kasus Pelecehan ke Anak.
Peristiwa 45 menit lalu
Ditresnarkoba Polda Sumut menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabusabu, yang dikirim lewat laut menggunakan perahu kayu.
Peristiwa 58 menit lalu
Tabrak Tiang Underpass, Remaja Pedagang Ikan di Medan Tewas
Peristiwa satu jam lalu
Kejaksaan Negeri Simalungun ikut menghadiri acara kegiatan penyambutan Kunjungan Kerja Wakil Menteri Kesehatan RI.
Sumut satu jam lalu
Tega mencabuli anak dibawah umur, seorang sopir angkot di Kecamatan Berampu, Dairi ditangkap polisi.
Peristiwa satu jam lalu