IPDA Bolon Situngkir Sikat Tuntas Pelaku Penggelapan yang Kabur ke Banten, Lintasi Tiga Provinsi
IPDA Bolon Situngkir menangkap pelaku penggelapan yang sempat kabur ke provinsi Banten
Peristiwa 4 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan -- Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak siang tak mampu menghentikan langkah ratusan massa aksi dari Horas Bangsa Batak (HBB) yang menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Jumat (12/12/2025). Dengan jas hujan sederhana, payung seadanya, hingga hanya bermodalkan semangat, para peserta aksi terlihat tetap bertahan dan terus menyuarakan tuntutan agar pemerintah pusat menetapkan Sumatera Utara sebagai wilayah berstatus bencana nasional.
Massa aksi mulai berkumpul menjelang siang. Meski hujan turun tanpa jeda, iringan tabuhan gendang, pengeras suara, serta teriakan yel-yel membuat suasana aksi tetap hidup. Barisan peserta membawa berbagai spanduk berisi desakan percepatan penanganan bencana, kritik terhadap pemerintah, hingga tuntutan evaluasi menteri yang dianggap tidak mampu mengelola situasi darurat.
Ketua Umum Horas Bangsa Batak, Lamsiang Sitompul, tampil sebagai salah satu orator utama. Dalam seruannya, ia menekankan bahwa kondisi bencana di Sumatera Utara sudah berada pada level kritis dan membutuhkan intervensi langsung dari pemerintah pusat.
Baca Juga:
"Sumatera Utara membutuhkan perhatian serius. Bukan hanya bantuan biasa, tapi status bencana nasional agar seluruh kekuatan pemerintah pusat turun langsung. Ini menyangkut nyawa masyarakat," tegas Lamsiang.
Aktivis lainnya, Johan Merdeka, juga menyampaikan kritik keras terhadap sejumlah pejabat pusat. Ia menilai beberapa menteri tidak menunjukkan kapasitas memadai dalam merespons situasi bencana yang terjadi secara beruntun.
"Evaluasi menteri yang tidak berkompeten di bidangnya harus dilakukan segera. Kami menyebut beberapa nama seperti Bahlil, Erick Thohir, termasuk Menteri Sosial, agar pemerintah pusat melakukan peninjauan kembali terhadap kinerja mereka," ujar Johan dalam orasinya.
.jpg)
Wartawan Posmetro Medan Adam Sitompul serius mendengarkan perbincangan dua perwira polisi yang mengawal aksi di DPRD Sumut.
Massa juga menuntut DPRD Sumatera Utara untuk tidak tinggal diam. Mereka meminta lembaga legislatif tersebut segera menyusun dan mengirimkan rekomendasi resmi kepada pimpinan partai serta pemerintah pusat untuk menetapkan status bencana nasional di Sumut. Menurut peserta aksi, langkah itu penting agar penanganan bencana lebih cepat, terkoordinasi, dan tidak terhambat birokrasi daerah.
IPDA Bolon Situngkir menangkap pelaku penggelapan yang sempat kabur ke provinsi Banten
Peristiwa 4 menit lalu
Melihat dari dekat sosok H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A yang kini menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan.
Profil 21 menit lalu
Pesan di HUT ke80 Bhayangkara
Inter-Nasional 36 menit lalu
Wakapolri menyebut 418 lulusan Sespim siap menjadi garda terdepan menghadapi tantangan global dan era digital.
Inter-Nasional 51 menit lalu
Diikuti Bupati Humbahas, Menko AHY membuka secara resmi Sinode Besar GPI di Pematangsiantar.
Sumut satu jam lalu
AUDAMSI mengkonsultasikan PB Depot Air Minum ke DPMPTSP Kota Bandung.
Inter-Nasional satu jam lalu
Anaknya dianiaya, seorang perempuan lansia mengadukan Kepala BNNK Deli Serdang dan oknum Satpol PP ke Polda Sumut.
Sumut 2 jam lalu
Lenggong siap menjadi tuan rumah pada penutupan Geofest 2026 di Ipoh.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Waka Polres Simalungun memimpin secara langsung pengamanan sinode besar 2026 Gereja Pentakosta tahun 2026.
Sumut 2 jam lalu
Satpol PP Pematangsiantar mengadakan Patroli Rutin untuk membantu polisi menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.
Sumut 2 jam lalu