Merawat Kemanusiaan Lewat Kurikulum Berbasis Cinta
POSMETRO MEDAN, Medan Suasana di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Medan siang itu tampak begitu hidup. Riuh rendah tawa dan selebrasi s
Profil 57 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Persidangan perkara dugaan percobaan penyelundupan manusia dengan tiga terdakwa warga negara Sri Lanka kembali mengungkap sejumlah fakta menarik di ruang sidang PN Medan.
Lima warga negara Sri Lanka yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi sekaligus korban memberikan keterangan terkait pihak yang merekrut mereka serta menerima uang untuk rencana keberangkatan ke Prancis.
Dalam perkara yang didakwa menggunakan Pasal 120 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, JPU Sofian Agung Maulana, SH menghadirkan lima saksi korban untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.
Baca Juga:
Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, para saksi menerangkan bahwa mereka awalnya berencana berangkat ke Prancis untuk mencari pekerjaan. Namun setelah berada di Indonesia dan menunggu selama kurang lebih dua bulan, rencana keberangkatan tersebut disebut berubah dari jalur udara menjadi jalur laut melalui Aceh.
Dalam kesaksiannya, para saksi juga menerangkan mengenai adanya rencana penggunaan sebuah kapal yang disebut berada di Aceh. Kapal tersebut, menurut keterangan yang terungkap di persidangan, memiliki nilai sekitar Rp1,7 miliar dan disebut telah dibayar panjar sebesar Rp60 juta.
Baca Juga:
Penasihat hukum terdakwa Rasiah Sukanthan, yakni Albert Paindoan Sianturi, SH, Susra Sianturi, SH, dan Jiwika Sonia, SH, menyoroti keterangan lima saksi korban yang dihadirkan oleh jaksa.
Menurut Albert, fakta yang muncul di persidangan justru menunjukkan bahwa para saksi menyebut nama terdakwa Kamal dan terdakwa Thilipan sebagai pihak yang merekrut mereka serta menerima uang dari para korban.
"Fakta yang terungkap di persidangan, lima saksi korban menerangkan bahwa yang merekrut dan menerima uang dari mereka adalah terdakwa Kamal dan terdakwa Thilipan.
"Sementara klien kami, Rasiah Sukanthan, tidak disebut merekrut maupun menerima uang dari lima korban yang dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum, Sofian Agung Maulana," ujar Albert Paindoan Sianturi kepada wartawan usai sidang, Jumat, (19/6/2026).
Albert menjelaskan, kliennya dalam perkara ini didakwa oleh jaksa sebagai salah satu pihak yang diduga menerima uang dari para korban. Namun berdasarkan keterangan lima saksi yang telah diperiksa di persidangan, menurutnya belum ditemukan fakta yang mengarah kepada keterlibatan Rasiah Sukanthan dalam perekrutan maupun penerimaan uang dari para korban tersebut.
POSMETRO MEDAN, Medan Suasana di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Medan siang itu tampak begitu hidup. Riuh rendah tawa dan selebrasi s
Profil 57 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Persidangan perkara dugaan percobaan penyelundupan manusia dengan tiga terdakwa warga negara Sri Lanka kembali meng
Peristiwa satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Siborongborong Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang jalur menuju Bandara Silangit, Jumat (19/6/2026). Ratusan aparatu
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak kembali turun langsung menjadi Negosiator ketika ratusan wa
Medan 2 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80, Polres Karo menggelar turnamen bola voli antarpersonel di Lapangan Voli Mapolres
Sport 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kajati Sumut, Muhibuddin, SH., MH didampingi Asisten Intelijen Irfan Wibowo, SH., MH dan Asisten Tindak Pidana Umum S
Medan 5 jam lalu
Kondisi Terkini Pemain Kanada Ismael Kone yang Alami Patah Kaki.
Sport 5 jam lalu
Marsdya TNI M. Khairil Lubis menduduki jabatan sebagai Dansesko TNI dalam acara di Mabes TNI.
Profil 5 jam lalu
Kodim 0203/Langkat Rampungkan Pembangunan Jembatan Gantung Penghubung Antarlingkungan di Kelurahan Bela Rakyat.
Sumut 5 jam lalu
Temui Massa Pendemo, Bobby Nasution Sebut MBG Jadi Kriteria Orang tua Pilih Sekolah Untuk anaknya.
Medan 5 jam lalu