Rabu, 12 Agustus 2026

Lokasi Jatuh Pesawat ATR Menantang, Tim SAR Gabungan Temukan Jendela Pesawat Hingga Buku Pilot

Faliruddin Lubis - Minggu, 18 Januari 2026 10:25 WIB
Lokasi Jatuh Pesawat ATR Menantang, Tim SAR Gabungan Temukan Jendela Pesawat Hingga Buku Pilot
IST/Fajar
Tim SAR Gabungan Temukan Jendela, Badan, hingga Ekor Pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung.

"Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian. Tim SAR gabungan saat ini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan," ujar Arif.

Ia menambahkan, medan lokasi kejadian cukup menantang dan membutuhkan dukungan peralatan khusus.

Baca Juga:

"Beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini," tegasnya.

Operasi SAR melibatkan Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, dan masyarakat setempat. Hingga saat ini, pencarian masih berlangsung, dan informasi lebih lanjut akan disampaikan secara resmi sesuai perkembangan di lapangan.

Baca Juga:

Sebelumnya, Personel SAR gabungan mulai melakukan pencarian kru dan penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pencarian difokuskan di sekitar Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Minggu pagi (18/1/2026).

Pantauan wartawan menunjukkan helikopter mengintari Gunung Bulusaraung, sementara personel SAR yang dibagi menjadi empat kelompok SRU melakukan pencarian di titik-titik yang telah ditentukan. Basarnas menurunkan drone thermal untuk mendukung operasi.

"Kami menurunkan drone thermal untuk melakukan pencarian," ungkap Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, saat berkoordinasi dengan Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, di Posko Pencarian Kantor Desa Tompo Bulu.

AirNav Indonesia juga mengeluarkan NOTAM (Notice to Airmen) nomor A0170/26 terkait Airspace Reservation. NOTAM ini menetapkan radius 10 nautical mile dari titik akhir pesawat teridentifikasi sebagai zona terbatas sementara, untuk menjamin keamanan dan efisiensi operasi Search and Rescue (SAR). Penerbangan SAR diberikan prioritas tertinggi, termasuk dalam hal ketinggian jelajah. (fajar/*)

Tags
beritaTerkait
Gunung Sinabung Kembali Keluarkan Kepulan Asap Kawah, Status Tetap Level II Waspada
Waka Polres Nias Hadiri Penjemputan Wagubsu di Bandara Binaka
Polsek Gunung Malela dan Tim Inafis Polres Simalungun Tuntaskan Olah TKP Penemuan Jenazah di Kebun Marihat
Ketika Pak Nehe Memohon Dipanggil ke Istana Karena Dia yang Ada di Uang Rp1.000
Bobby Nasution Siapkan Beasiswa Perkuat SDM Kesehatan Kepulauan Nias
Gemilang di Taiwan, 11 Anak Gunungsitoli Raih Prestasi Sempoa Internasional
komentar
beritaTerbaru