Jumat, 14 Agustus 2026

Mandailing Natal di Persimpangan: Antara Emas, Hutan, Lahan dan Harapan

Oleh: Nasmaul Hamdani
Faliruddin Lubis - Senin, 17 November 2025 23:17 WIB
Mandailing Natal di Persimpangan: Antara Emas, Hutan, Lahan dan Harapan
IST/NH
Di ujung barat Mandailing Natal, di mana laut bertemu hutan dan sungai mengalir ke Samudra Hindia, terbentang Kecamatan Natal wilayah kaya sumber daya, namun juga sarat ironi.

POSMETRO MEDAN,Mandailing Natal- Di ujung barat Mandailing Natal, di mana laut bertemu hutan dan sungai mengalir ke Samudra Hindia, terbentang Kecamatan Natal wilayah kaya sumber daya, namun juga sarat ironi.

Di sinilah bumi yang hijau dan laut yang biru perlahan kehilangan maknanya. Tambang emas menggali perut gunung, sementara di pesisir, nelayan berjuang melawan ombak dan ketidakpastian.

Natal kini bukan hanya nama kecamatan, melainkan potret kecil dari pertarungan besar antara alam, ekonomi, dan kebijakan yang pincang.

Baca Juga:

Tambang dan Luka Lingkungan di Punggung Pantai Barat

Daerah hulu di sekitar Natal menyimpan kekayaan emas yang menarik banyak pihak dari penambang rakyat hingga perusahaan besar.

Baca Juga:

Namun, kegiatan tambang banyak di antaranya ilegal dan tanpa izin lingkungan menyebabkan sungai-sungai di wilayah ini berubah menjadi lumpur.

Sungai batang Natal, yang dahulu menjadi nadi kehidupan nelayan dan petani, kini menjerit dalam diam: airnya keruh, ikan mati, sawah tertutup sedimen.

Banjir lumpur dan abrasi pantai kini menjadi tamu tahunan. Hutan mangrove yang dulu menjadi benteng alami telah menipis akibat penebangan dan alih fungsi lahan menjadi tambak dan kebun sawit.

Ironisnya, di tengah kerusakan yang kian parah, pemerintah daerah lebih sibuk mengurus perizinan dan proyek pembangunan jangka pendek ketimbang memperbaiki sistem pengelolaan lingkungan yang rusak.

Konflik Agraria: Tanah di Pesisir yang Diperebutkan

Tags
beritaTerkait
Ultimatum KKB: Yang Selenggarakan Upacara HUT RI di Papua Bakal Dihabisi...
Bupati Dairi Tekankan Sinergi dan Pendekatan Persuasif Tangani Klaim Kawasan Hutan
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Hadiri Rapat Penertiban Kawasan Hutan di Kabupaten Pakpak Bharat dan Dairi.
Kakanwil Ditjenpas Sumut: 630 Warga Binaan di Tanjung Gusta Buta Huruf
Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
Gunung Sinabung Kembali Keluarkan Kepulan Asap Kawah, Status Tetap Level II Waspada
komentar
beritaTerbaru