Jumat, 15 Mei 2026

Mandailing Natal di Persimpangan: Antara Emas, Hutan, Lahan dan Harapan

Oleh: Nasmaul Hamdani
Faliruddin Lubis - Senin, 17 November 2025 23:17 WIB
Mandailing Natal di Persimpangan: Antara Emas, Hutan, Lahan dan Harapan
IST/NH
Di ujung barat Mandailing Natal, di mana laut bertemu hutan dan sungai mengalir ke Samudra Hindia, terbentang Kecamatan Natal wilayah kaya sumber daya, namun juga sarat ironi.

Pemerintah daerah seharusnya menjadi penjaga keseimbangan antara alam dan manusia, bukan broker kebijakan yang menjual tanah dan laut untuk menutup defisit anggaran.

Di tengah gelombang perubahan iklim, banjir tahunan, dan krisis agraria, diam adalah bentuk kejahatan birokratis.

Baca Juga:

Ketika rakyat menjerit karena lahan dirampas, sungai rusak, dan laut tercemar, pemimpin yang diam sejatinya sedang berpihak bukan pada rakyat, melainkan pada modal.

Membangun Harapan dari Pesisir

Baca Juga:

Meski penuh luka, Natal belum kehilangan seluruh harapannya.Di sejumlah desa pesisir, masyarakat mulai berinisiatif: menanam kembali mangrove, mengembangkan wisata berbasis budaya, dan memperkuat koperasi nelayan.

Gerakan kecil ini mungkin tak sebanding dengan kekuatan modal, tapi di sanalah masa depan sesungguhnya: pada kemandirian rakyat.

"Pembangunan yang sejati bukan yang datang dari izin tambang atau proyek besar, melainkan dari keberanian pemerintah dan masyarakat untuk menjaga tanah dan lautnya sendiri."

Mandailing Natal kini benar-benar berada di persimpangan antara hutan yang terus hilang dan pesisir yang terkikis; antara janji pembangunan dan kenyataan kemiskinan; antara kerakusan dan kesadaran.

Apakah ingin dikenal sebagai daerah yang menjual alamnya habis-habisan, atau sebagai tanah yang bangkit karena rakyatnya menjaga bumi dengan cinta dan tanggung jawab?

Tags
beritaTerkait
Kejari Gunungsitoli Menang Praperadilan: Penyidikan Korupsi RS Nias Rp38 M Sah Secara Hukum
Profil Prof Dr Arida Susilowati SHut MSi Jadi Dekan Fakultas Kehutanan USU, Ini Programnya...
Jejak Pengabdian dan Doa Seorang Ayah untuk Putranya yang Kini Menjadi Kasat Reskrim Madina
Gerak Cepat Polsek Gunung Malela Ungkap Pencurian HP Pekerja Bangunan
PN Medan Tolak Praperadilan PPK & Kontraktor RS Pratama Nias, Kejari Gunungsitoli Lanjut Usut Korupsi Rp38,5 M
Warga Temukan Mayat Membusuk Tanpa Kepala Mengapung di Sungai Bingei
komentar
beritaTerbaru