Senin, 29 Juni 2026

Mandailing Natal di Persimpangan: Antara Emas, Hutan, Lahan dan Harapan

Oleh: Nasmaul Hamdani
Faliruddin Lubis - Senin, 17 November 2025 23:17 WIB
Mandailing Natal di Persimpangan: Antara Emas, Hutan, Lahan dan Harapan
IST/NH
Di ujung barat Mandailing Natal, di mana laut bertemu hutan dan sungai mengalir ke Samudra Hindia, terbentang Kecamatan Natal wilayah kaya sumber daya, namun juga sarat ironi.

Pemerintah daerah seharusnya menjadi penjaga keseimbangan antara alam dan manusia, bukan broker kebijakan yang menjual tanah dan laut untuk menutup defisit anggaran.

Di tengah gelombang perubahan iklim, banjir tahunan, dan krisis agraria, diam adalah bentuk kejahatan birokratis.

Baca Juga:

Ketika rakyat menjerit karena lahan dirampas, sungai rusak, dan laut tercemar, pemimpin yang diam sejatinya sedang berpihak bukan pada rakyat, melainkan pada modal.

Membangun Harapan dari Pesisir

Baca Juga:

Meski penuh luka, Natal belum kehilangan seluruh harapannya.Di sejumlah desa pesisir, masyarakat mulai berinisiatif: menanam kembali mangrove, mengembangkan wisata berbasis budaya, dan memperkuat koperasi nelayan.

Gerakan kecil ini mungkin tak sebanding dengan kekuatan modal, tapi di sanalah masa depan sesungguhnya: pada kemandirian rakyat.

"Pembangunan yang sejati bukan yang datang dari izin tambang atau proyek besar, melainkan dari keberanian pemerintah dan masyarakat untuk menjaga tanah dan lautnya sendiri."

Mandailing Natal kini benar-benar berada di persimpangan antara hutan yang terus hilang dan pesisir yang terkikis; antara janji pembangunan dan kenyataan kemiskinan; antara kerakusan dan kesadaran.

Apakah ingin dikenal sebagai daerah yang menjual alamnya habis-habisan, atau sebagai tanah yang bangkit karena rakyatnya menjaga bumi dengan cinta dan tanggung jawab?

Tags
beritaTerkait
Dihipnotis, Gelang Emas Bernilai Rp100 Juta Raib, Warga Labuhanbatu Utara Ini Cuma Bisa Menangis...
Pelaku Pencurian Emas Batangan di Pasar Horas Siantar Ditangkap di Rumah Pendeta
Daftar Pemain Top Skor Sementara Piala Dunia 2026, Persaingan Sepatu Emas Kian Sengit
Duh! Babi Hutan Masuk Rumah dan Serang Warga di Sergai, 1 Orang Terluka
Harga Emas Antam Selasa 23 Juni 2026 Naik Rp5.000 Menjadi Rp2.673.000 per Gram
Sakit Hati, Tukang Kusuk Tewas Ditikam Suami
komentar
beritaTerbaru