Senin, 29 Juni 2026

Mandailing Natal di Persimpangan: Antara Emas, Hutan, Lahan dan Harapan

Oleh: Nasmaul Hamdani
Faliruddin Lubis - Senin, 17 November 2025 23:17 WIB
Mandailing Natal di Persimpangan: Antara Emas, Hutan, Lahan dan Harapan
IST/NH
Di ujung barat Mandailing Natal, di mana laut bertemu hutan dan sungai mengalir ke Samudra Hindia, terbentang Kecamatan Natal wilayah kaya sumber daya, namun juga sarat ironi.

Pemkab Madina jarang, jika pernah, melakukan audit terbuka terhadap implementasi 20% plasma dari total HGU perusahaan sawit.

Kebijakan diam ini bukan netralitas tapi bentuk keberpihakan halus kepada modal besar.

Baca Juga:

Pembangunan Tanpa Arah dan Peta Jalan

RPJMD Mandailing Natal 2021–2026 menyebut visi, "Madina yang Berdaya Saing, Mandiri, dan Berkeadilan."

Baca Juga:

Namun, di lapangan, visi itu tak berakar di Pantai Barat.

Anggaran lebih banyak tersedot ke proyek jalan kabupaten yang mangkrak atau program pariwisata tanpa dukungan infrastruktur dasar.Sementara sektor perikanan, pertanian rakyat, dan konservasi laut tiga pilar utama ekonomi pesisir hanya menjadi catatan kaki dalam dokumen resmi.

Pemerintah seakan lupa bahwa pembangunan tanpa keadilan ekologis adalah kebijakan yang membunuh pelan-pelan.

"Tidak ada gunanya membangun jembatan jika sungainya mati; tidak ada artinya membangun pelabuhan jika nelayannya kehilangan laut yang layak tangkap."

Kegagalan Politik Lingkungan dan Sosial

Kegagalan pemerintah daerah bukan hanya soal manajemen teknis, tapi kegagalan moral dan politik.Madina memerlukan pemimpin yang berani berpihak bukan pemimpin yang hanya menghitung berapa banyak izin tambang yang bisa memperbesar PAD.

Tags
beritaTerkait
Dihipnotis, Gelang Emas Bernilai Rp100 Juta Raib, Warga Labuhanbatu Utara Ini Cuma Bisa Menangis...
Pelaku Pencurian Emas Batangan di Pasar Horas Siantar Ditangkap di Rumah Pendeta
Daftar Pemain Top Skor Sementara Piala Dunia 2026, Persaingan Sepatu Emas Kian Sengit
Duh! Babi Hutan Masuk Rumah dan Serang Warga di Sergai, 1 Orang Terluka
Harga Emas Antam Selasa 23 Juni 2026 Naik Rp5.000 Menjadi Rp2.673.000 per Gram
Sakit Hati, Tukang Kusuk Tewas Ditikam Suami
komentar
beritaTerbaru