Sambut HUT ke 25, Demokrat Binjai Gelar Dialog Interaktif
Sambut HUT ke 25, Demokrat Binjai Gelar Dialog Interaktif
Sumut 47 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan- Onggal Sihite memanfaat lobang galian arkeologi sebagai tempat pembuatan dan pameran seni instalasi.
Di dalam lobang galian yang mengandung air yg dipengaruhi pasang surut air laut ini terdapat 40 tonggak kayu nibung. Diduga situs ini merupakan bekas pemukiman kuno di abad 8-9 Masehi.
Lokasi penemuan di Wilayah Situs Bongal Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.
Baca Juga:

Dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Medan merupakan keseharian dari pekarya ini. Pembuatan dan pameran ini didanai oleh Dana Indonesiana 2026 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia LPDP.
Baca Juga:
"Karya ini sebagai ruang edukasi tentang seni rupa. Pada penonton merupakan siswa SMA Pinang Sori 1 dan perguruan tinggi di sekitaran Sibolga dan Pandan. Mereka antusias, banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika menikmati suasana di sekitar situs terkait dengan seni instalasi," ujar Onggal Sihite, Senin (1/6/2026) melalui telepon.
Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang selesai pada tanggal 30 Mei 2026 dan dipamerkan pada tanggal 31 Mei 2026.
Onggal menjelaskan, karya yang dipamerkan merupakan rangkaian unsur fragmen keramik, tembikar dan kaca dari Tiongkok, India, Arab dan Persia selama dua hari yakni, 30-31 Maret 2026.

"Secara arkeologi fragmen ini tak bermakna secara arkeologi karena bentuknya yang tak lagi utuh. Sehingga saya berani menggunakan fragmen ini menjadi unsur karya seni instalasi. Konstruksi dari seni instalasi ini menggunakan kayu lokal yang biasa digunakan penduduk lokal untuk membangun jermal di tengah laut. Untuk mengikatkan antara satu kayu dengan kayu yang lain tidak menggunakan paku, melainkan dengan menggunakan tali nilon bekas yang dipilin menggunakan kayu bulat," katanya.
"Konstruksi rangka kayu ini dihubungkan dengan jaring tali yang terbuat dari tali sabut, tali ijuk dan tali nilon. Tali nilon berfungsi menyatu dengan kerangka kayu yang merupakan bagian dari konstruksi kayu tersebut. Sedangkan tali sabut kelapa dan tali ijuk berfungsi sebagai artistik untuk menempelkan fragmen-fragmen menjadi kesatuan sebagi bahasa rupa," ungkapnya.
Menurutnya, fragmen-fragmen keramik, tembikar dan kaca dijadikan sebagai simbol yang mewakili peradaban-peradaban besar. Sedangkan tali sabut kelapa dan tali ijuk yang membentuk jaringan dijadikan sebagai simbol interaksi antar peradaban besar yang terjadi di Bongal pada masa lalu.
Pameran ini bertujuan sebagai edukasi pada masyarakat yang jauh dari pusat-pusat kegiatan seni rupa untuk mengenalkan seni instalasi dan secara otomatis menjadi teknologi memori yang dilakukan oleh manusia masa kini terhadap Bongal kontemporer yang memendam jejak-jejak peradaban masa lalu.(DEN)
Sambut HUT ke 25, Demokrat Binjai Gelar Dialog Interaktif
Sumut 47 menit lalu
Bobol Bengkel Las, Residivis Rayap Besi Diamankan Polsek Medan Kota, Rekannya Buron.
Kriminal satu jam lalu
Mengenal dari dekat sosok Roma Hotpasu Simanungkalit yang lolos di 2 PTN bergengsi.
Profil satu jam lalu
Bupati Dairi bersama Forkopimda Lepas dan Sambut Dandim 0206/Dairi
Medan 6 jam lalu
Dumas Presisi Berbuah Hasil, Satresnarkoba Polres Labusel Ringkus Pengedar Sabu di Bis II Kampung Rakyat Dengan Barang Bukti 3,41 Gram
Sumut 6 jam lalu
Pemko Sibolga Pererat Silaturahmi dengan Pemko Padang Sidempuan melalui Pertandingan Persahabatan
Sumut 7 jam lalu
Putra Batak Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H.yang kini diangkat menjabat Jampidum.
Profil 7 jam lalu
Sentuhan Humanis Babinsa Koramil 14/Raya mendampingi warga untuk mengolah hasil panen jagung.
Sumut 8 jam lalu
Barak Narkoba Kembali Digerebek, Polisi Temukan Ladang Ganja Tersembunyi di Perladangan Sukatendel
Peristiwa 8 jam lalu
Polisi diminta menertibkan aktivitas penambangan tanpa izin yang diduga bebas beroperasi di sejumlah wilayah Kabupaten Dairi.
Sumut 9 jam lalu