Mereka berdiri rapi, sebagian membawa anak kecil, sebagian lagi memegang payung usang untuk menahan terik. Wajah-wajah mereka bukan wajah orang yang kalah melainkan wajah orang yang terlalu lama menahan lelah.
Baca Juga:

Baca Juga:
Ketika Bantuan Menjadi Pelukan
Kegiatan dimulai dengan pengobatan gratis di posyandu dusun. Satu per satu warga diperiksa. Keluhan mereka nyaris serupa, gatal-gatal karena air kotor, batuk tak sembuh-sembuh, tekanan darah naik karena stres dan kelelahan. Obat dibagikan cuma-cuma. Bagi mereka, itu bukan sekadar pil itu adalah rasa diperhatikan.
Di Mesjid kecil tak jauh dari sana, paket sembako disusun, beras, minyak goreng, gula, mi instan, ikan asin, hingga mukena.
Saat nama mereka dipanggil, beberapa ibu menutup mulutnya, menahan tangis yang tak ingin jatuh di depan banyak orang.Namun air mata tetap jatuh juga.
Tags
beritaTerkait
komentar