Perjalanan pulang melewati jalur pegunungan yang ekstrem. Tikungan tajam, jurang menganga, bekas longsor di mana-mana. Di satu titik, tampak perkampungan yang sebagian rumahnya hancur dan ditinggalkan penghuninya.
Di dalam mobil, suasana lebih banyak sunyi.
Baca Juga:
Barangkali setiap orang di rombongan membawa pulang satu hal yang tak terlihat, kesadaran bahwa menjadi wakil rakyat bukan hanya soal bicara di ruang sidang, tapi soal hadir di ruang luka.
Di Meriah Jaya, Yahdi Khoir tak sekadar menyerahkan bantuan. Ia menyerahkan waktu, tenaga, dan hatinya untuk berjalan sejauh itu demi memastikan bahwa di sudut negeri yang nyaris sunyi dari sorotan, masih ada yang datang mengetuk pintu dan berkata, "Kami tidak lupa kalian'. (erni)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar